|
Askumindo Konsolidasi Internal
Gelar Raker dan Pelantikan Pengurus BPP Kaltim
|
Minggu, 21 Juni 2009 - 13:07:00 |
| |
Special |
| |
Dibaca : 255 Kali |
BALIKPAPAN- Setelah menggelar musyawarah nasional (Munas) di Graha Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) 26 Mei lalu, Asosiasi Kontraktor Umum Indonesia (Askumindo) terus melakukan konsolidasi internal. Ketua Umum terpilih DR Yunus Samba pun melakukan roadshow ke sejumlah daerah.
Sabtu (20/6) kemarin, pengusaha kontraktor yang juga menyalurkan tenaga kerja ke Negeri Jiran, Malaysia itu, menjadi narasumber dalam rapat kerja Badan Pimpinan Provinsi (BPP) Askumindo Kaltim di Hotel Sagita. “Raker ini nggak ada kaitannya sama sekali dengan pilpres, ini murni demi kepentingan pengusaha jasa konstruksi,” kata Yunus. Tampak, Ketua Pelaksana Ir Mardy Karya dan HM Tajuddin Noor HM Sos.
Asosiasi yang berdiri tahun 2002 tersebut, kerap kali diterpa problem internal. Puncaknya, Munas II di Bogor 29 April lalu dianggap cacat hukum. Sebagian BPP menolak keputusan munas itu. “Keabsahan kepengurusan kalau disetujui anggota, jika banyak yang menolak berarti tidak sah,” kata Yunus yang juga tim sukses JK-Win. Namun ia enggan menyebutkan apa yang menjadi pokok permasalahan perpecahan itu.
Kemudian, beberapa tim pendiri Askumindo segera melakukan konsolidasi dan mengagendakan Munas lanjutan di LPJKN Mei-nya. “Ini dalam rangka roadshow, yang sudah dikunjungi di antaranya Banten, Jawa Timur, Jateng dan Jabar. Selanjutnya Sumatera dan Sulawesi. Dalam 2 bulan ini saya menargetkan ada 10 BPP yang dikunjungi,” kata pria kelahiran Enrekang, Sulawesi Selatan itu.
Agenda ke depan yang menjadi prioritas kepengurusannya, lanjut Yunus, mencoba memberikan nuansa baru kepada para pengusaha jasa konstruksi untuk mendapatkan income dari sektor lain, seperti yang dilakukannya. “Problem secara nasioal dalam usaha jasa konstruksi adalah soal transparansi,” tambahnya.
PELANTIKAN
Raker BPP Kaltim juga sekaligus melantik pengurus baru Askumindo Kaltim yang dulunya dijabat HM Tajuddin Noor HM Sos kini dipimpinYulidar Gani. HM Tajuddin Noor yang akrab disapa Udin Mek kini menjabat sebagai koordinator Askumindo wilayah Kalimantan. “Ini kepengurusan Askumindo yang sah,” katanya.
Terkait adanya perpecahan organisasi induk Askumindo di pusat, menurutnya tidak terjadi di Kaltim, meskipun Kaltim terlibat dalam Munas Bogor yang dianggap cacat itu. “Biasa saja. Tidak ada apa-apa di sini. Kita ikuti yang menurut LPJKD sah,” kata Udin Mek.
Saat ini, kata dia, secara internal di Kaltim khususnya, para kontraktor yang dinaunginya diimbau agar jangan sampai merugikan masyarakat. Soal tender, Udin Mek bersama anggotanya menyerahkan kepada aturan yang berlaku. “Yang jelas harus terbuka dan sesuai grade. Selain itu ada koordinasi untuk proyek grade V jangan sampai ada kontraktor luar yang masuk. Diutamakan yang daerah,” jelasnya. (dwa)
|
|
|