Penggunaan Pukat Harimau Diprotes Nelayan
 
Sabtu, 5 Juni 2010 - 09:13:00
|
Kaltim
|
Dibaca : 54 Kali
 
SENDAWAR- Nelayan Kutai Barat (Kubar) yang biasa menangkap ikan di Danau Jempang resah atas perilaku dari Desa Jantur yang menangkap ikan di Danau Jempang dengan alat tangkap pukat harimau dan trawl.
Kepala Kampung Pulau Lanting, Kubar, Adri Salam didampingi Ketua Lembaga Pemasyarakatan Masyarakat Asmuni mengatakan, nelayan Desa Jantur biasanya beroperasi malam hari.
 “Penggunaan pukat harimau jelas merugikan, karena ikan ukuran terkecil pun ikut tertangkap. Padahal, ikan kecil ini semestinya dibiarkan berkembang biak,” kata Adri kepada media ini di kediamannya, Jumat kemarin (4/6).
Penggunaan pukat harimau sendiri sudah lama dilarang oleh pemerintah karena dianggap tak menjaga siklus hidup ikan. Karena tak cuma ikan ekonomis, anakan ikan juga ikut tertangkap.
Celakanya, Adri menambahkan, pengopeasian pukat harimau di Danau Jempang juga merusak semua alat tangkap nelayan Kubar.
Kondisi demikian juga dialami nelayan dari Kampung Tanj
 
 
     
 
 
 
 
 
 


 

KALTIM POST

Harian Pagi Pertama dan Terbesar di Kalimantan Timur
Alamat Redaksi: Gedung Biru Jl. Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan (76126), Telp (0542)735359-732158, Fax (0542)735242. Email Redaksi: redaksi@kaltimpost.net
Alamat Iklan: Jl. Jendral Sudirman No.86 Markoni Balikpapan (76114), Telp (0542)736459-737059, Fax (0542)730353.
Kantor Samarinda: Kompleks Mahakam Square Jl. Untung Suropati Blok B No.5A, Telp (0541)272000.