BALIKPAPAN - Pengajuan Petisi Penyelamatan Pusat Pendidikan Beruang Madu oleh Pengelola Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) terhadap Pemerintah Kota Balikpapan ditanggapi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Balikpapan. Kepala BLH Fachruddin Harami menilai tidak seharusnya KWPLH membuat petisi seperti itu. “Lagi pula tidak ada yang mau menutup KWPLH,” ujarnya kepada Kaltim Post, Jumat (25/1).
Facruddin menjelaskan permasalahan yang terjadi saat ini adalah belum cukupnya dana pemerintah kota untuk kawasan seluas 15 hektare di Jalan Soekarno-Hatta Km 23 yang menjadi tempat pembelajaran tentang lingkungan bagi anak-anak dan penelitian beruang madu tersebut. “Untuk masalah ini kami sudah disampaikan kepada Pak Wali Kota,” ujarnya.
Menurutnya, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi cukup mengerti dengan kondisi yang ada saat ini. Sedangkan mengenai relokasi beruang madu yang merupakan imbas dari pengalihfungsian KWPLH menjadi bumi perkemahan, dikatakan Fachruddin, masih dalam tahap pembicaraan.
“Kita tunggu saja, Pak Wali Kota segera membahas mengenai hal ini dengan DPRD untuk mencarikan solusi yang terbaik,” tambahnya.
Sebelumnya diketahui DPRD Balikpapan tahun ini memotong dana operasional KWPLH sebesar Rp 1,6 miliar menjadi Rp 500 Juta. Sebabnya, KWPLH dinilai tidak memberikan banyak kontribusi untuk Balikpapan. Dengan demikian KWPLH pun saat ini hanya bisa bertahan tiga bulan dari Januari 2013 hingga Maret 2013 mendatang dari dana pemerintah kota.
“Dananya terbatas, tapi tidak ada yang mengatakan KWPLH akan ditutup,” tukas Fachruddin.
Diberitakan kemarin, pengelola KWPLH akan mengajukan Petisi Penyelamatan Pusat Pendidikan Beruang Madu menyusul kabar rencana penutupan KWPLH oleh Pemkot Balikpapan. Mereka akan mengumpulkan 10.000 tanda tangan masyarakat untuk mendukung aksi ini. Dukungan berupa tanda tangan tersebut bisa diberikan dengan datang langsung ke Sekretariat KWPLH di Jalan Soekarno-Hatta Km 23 maupun lewat laman http://en.beruangmadu.org/sign-petition/. Dari pantauan Kaltim Post hingga petang kemarin aksi tanda tangan melalui website tersebut mencapai 3.334 orang.
“Jika sudah terkumpul sesuai tarket kami akan memberikan petisi ini kepada Pemkot Balikpapan,” kata Dandy, kepala Divisi Pendidikan KWPLH. (/*ayu/tom)