Calon Penumpang Telantar
Mau Pailit, di Balikpapan Batavia Air Masih Jual Tiket
 
Jumat, 1 Februari 2013 - 07:34:34
|
Pro Bisnis
|
Dibaca : 539 Kali
 
BALIKPAPAN - Maskapai Penerbangan Batavia Air telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Terhitung Rabu (31/1) pukul 00.00 Wita tidak beroperasi lagi. Spontan, PT Metro Batavia yang menaungi maskapai ini langsung menghentikan seluruh aktivitas penerbangannya, termasuk di Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan. Tanpa kompromi, seluruh penumpang yang terlanjur membeli tiket pun ditelantarkan.

Dari pantauan Kaltim Post di Bandara Sepinggan, kemarin pagi, loket Batavia Air ditutup. Menurut salah seorang calon penumpang di bandara itu, semua calon penumpang yang telah membeli tiket untuk penerbangan hari ini (kemarin) telah memenuhi loket pembelian tiket sejak malam untuk meminta kejelasan perihal nasib tiket mereka. “Ramai tadi malam (kemarin), kalau pagi ini mereka semua sudah pulang,” kata Suningsih kepada Kaltim Post.

Hingga kemarin, para penumpang secara bergiliran calon penumpang datang dan kebingungan ke mana harus mengadu. Sebab tak satu pun petugas maskapai ini yang bisa ditemui. Loket tersebut dijaga Kapolsek KP3 Bandara Sepinggan, AKP Kifli Supu bersama jajarannya. 

“Saya juga sudah terlanjur beli tiket Batavia pulang ke Balikpapan. Pagi ini ke Jakarta saya pakai pesawat lain. Tapi tetap saja saya bingung bagaimana dengan tiket pulang saya nanti. Enggak ada satu pun petugas yang bisa ditemui,” ucap Wiko, salah satu calon penumpang Batavia yang ditemui di bandara kemarin.

Selain Wiko, masih banyak calon penumpang lain yang sejak pagi hingga siang berada di depan loket pelayanan Batavia menanti kejelasan. Ia adalah Ahmad Zulkifli, yang telah memesan tiket ke Surabaya pergi-pulang. Rencananya ia bersama dengan dua orang keluarganya akan berangkat kemarin. “Saya kaget, kok tiba-tiba loketnya tutup. Saya memang enggak dapat kabar kalau Batavia akan bangkrut,” imbuh pria berambut putih ini.

Bergeser ke Kantor Cabang Batavia di Jl Letjen MT Haryono Ruko Bukit Damai Indah I 1-A

Damai, Balikpapan, ratusan calon penumpang telah menunggu sejak pagi hari untuk mencari kepastian perihal tiket yang telah mereka beli.

Salah satu calon penumpang yang standby adalah Rusdian. Pria yang tinggal di kawasan Pasar baru ini akan berangkat ke Banjarmasin kemarin. Ia membeli tiket pada tanggal 30 Januari pukul 16.00 Wita, beberapa jam sebelum Batavia dinyatakan pailit. “Sebelumnya di sini (Kantor Cabang Batavia) sempat tutup. Tapi ketika saya datang mereka membuka pintunya dan menjual tiket kepada saya,” ungkapnya.

Ia merasa ditipu, karena manajemen Batavia tidak menjelaskan kondisi yang dialami Batavia saat itu. “Mereka enggak ngomong kalau Batavia mau tutup, mereka justru tetap melayani penjualan tiket kepada saya,” imbuhnya.

Selain itu, salah satu pengusaha travel dari PT G&A Tour and Travel mengatakan saat ini ada sekira Rp 15-20 juta uangnya yang ada di Batavia Air. “Uang itu adalah milik pelanggan kami yang mem-booking tiket Batavia sejak jauh-jauh hari,” terang Yasir, owner PT G&A Tour and Travel .

Dia memang sengaja tidak melayani penjualan tiket Batavia sejak dua minggu yang lalu. Hal ini ia lakukan setelah melihat proses akuisisi Batavia oleh AirAsia. “Kalau diakusisi berarti ada apa-apanya. Makanya saya coba meyakinkan para pembeli yang ingin menggunakan Batavia untuk secara langsung membeli ke kantor cabangnya,” terang Yasir.

Kejadian seperti ini pernah ia alami pada tahun 2010. Saat itu ia melayani penjualan tiket Mandala Airlines yang telah dinyatakan pailit. “Kerugiannya kurang lebih sama Rp 15-20 juta. Sampai saat ini belum diganti,” kenangnya.

Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (ASITA) Kaltim, Eddy Yusuf Assainar menerangkan saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap anggotanya yang memiliki uang yang ada di Batavia.

“Sampai saat ini ada beberapa anggota kami yang telah melaporkan nilai taksir kerugiannya kepada kami,” kata Eddy.

Untuk pengusaha tour and travel di Kaltim yang bernaung di ASITA sebanyak 200 orang dan 60 orang di antaranya ada di Balikpapan. “Kalau pengusaha di daerah lain, seperti Tenggarong, Nunukan, dan Berau dapat melaporkan ke DPC masing-masing,” katanya.

Pihaknya menunggu penjelasan dari pihak Batavia. Jika dalam waktu dua atau tiga hari ke depan belum ada keterangan, maka Eddy menegaskan akan melaporkan ke ASITA pusat untuk tindak lanjut. “Sambil menunggu anggota yang lapor, kami juga menunggu penjelasan dari Batavia. Dan rencananya hari ini (besok) kami akan bertemu DPRD melaporkan hal ini,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan Perwakilan Manajemen PT Metro Batavia di Balikpapan, masih belum memberikan keterangan. Ketika dihubungi harian ini District Manager Balikpapan PT Metro Batavia Christianus tidak merespons sama sekali.

Sementara itu, Asniar Chairani PTS Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Sepinggan mengatakan, ada beberapa rute yang telah ditutup sejak 1 Januari 2013 yang lalu.  “Batavia telah menutup rute ke Surabaya, Manado, Berau dan Jakarta di awal tahun ini,” imbuhnya.

Perempuan berkerudung ini menambahkan untuk penerbangan terakhir Batavia, pada tanggal 30 Januari yang lalu masih ada beberapa penerbangan yang dilayani, seperti penerbangan ke Jogjakarta dan Banjarmasin. “Masing-masing penerbangan tersebut setidaknya berkapasitas hingga 148 penumpang,” pungkasnya. (*/rkp/far/k1)
 
 
 
     
 
 
 
 
 
 


 

KALTIM POST

Harian Pagi Pertama dan Terbesar di Kalimantan Timur
Alamat Redaksi: Gedung Biru Jl. Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan (76126), Telp (0542)735359-732158, Fax (0542)735242. Email Redaksi: redaksi@kaltimpost.net
Alamat Iklan: Jl. Jendral Sudirman No.86 Markoni Balikpapan (76114), Telp (0542)736459-737059, Fax (0542)730353.
Kantor Samarinda: Kompleks Mahakam Square Jl. Untung Suropati Blok B No.5A, Telp (0541)272000.