Jumat, 31 Oktober 2014

Di Ambang Kota Pengangguran

Badai Tiba Kelewat Cepat di Sangatta (2-Habis)
UTAMA | Kamis, 07 Februari 2013 | dibaca: 2230 kali
Kaltim Prima Coal menjadi tulang punggung kehidupan Sangatta. Bukan sekadar 5.188 karyawannya, ribuan yang lain terlibat dari kontraktor, subkontraktor, hingga para penyedia jasa.
 
SENARAI kesibukan Basti Sanggalani bertambah beberapa bulan ini. Hampir saban hari mondar-mandir ke Dinas Tenaga Kerja Kutai Timur, ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Kutim, itu mengurusi perihal pemutusan hubungan kerja.

Sejak anjloknya harga batu bara pertengahan tahun silam, sebelas perusahaan di Sangatta dan sekitarnya mengurangi jumlah pekerja. Sebagian besar berstatus kontraktor dan subkontraktor PT Kaltim Prima Coal, perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia, bahkan dunia.

Pekan lalu, Basti menghadiri mediasi di Disnaker Kutim ketika PT Dharma Henwa, salah satu kontraktor KPC, berencana menghentikan 400 karyawan mereka di site