Sabtu, 23 Agustus 2014

Bentuk PA Secepatnya

Urusan Menumpuk, Butuh Biaya Banyak ke Grogot
KALTIM | Rabu, 20 Maret 2013 | dibaca: 348 kali
PENAJAM  -  Sebagai daerah pemekaran, Kabupaten Penajam Paser Utara yang kini telah berusia 11 tahun, seharusnya memiliki Pengadilan Agama (PA) sendiri. Pendirian PA ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menuntaskan status hukum pernikahan, perceraian, hak waris, hak asuh anak dan lain sebagainya.
 
Sekarang, warga harus menempuh perjalanan hampir 150 kilometer ke Tanah Grogot, Kabupaten Paser, untuk urusan dokumen yang berkaitan dengan proses pengesahan hukum administrasi perkawinan itu.  “Penajam Paser Utara memiliki jumlah penduduk 142 ribu jiwa, dan besar kemungkinan muncul berbagai kasus dan persoalan rumah tangga. Untuk mengakomodasi itu semua tentu keberadaan Pengadilan Agama harus ada,” kata H Muhammad Bustaman, tokoh agama di Nipahnipah, Kecamatan Penajam, kemarin.