Rabu, 23 Juli 2014

Zona Dekat Malaysia Ditanami Sawit, Dekat Indonesia Dipenuhi Rumah

Menengok Sebatik, Daerah Paling Utara Kalimantan: Sosial-Keamanan (4-Habis)
UTAMA | Selasa, 26 Maret 2013 | dibaca: 1807 kali
 
Gonjang-ganjing konflik Malaysia dengan Kesultanan Sulu dari Filipina, tidak meresahkan masyarakat Sebatik yang berbatasan langsung dengan negeri jiran itu. Bahkan mereka masih sempat berinteraksi dengan masyarakat Tawau seperti biasa.
 
BAHARUNSYAH, Sebatik
 
HANITA (35) tampak santai memindahkan barang dagangan miliknya yang dibeli dari Kota Tawau, Sabah. Mulai dari cemilan, minyak goreng, hingga bahan makanan jenis sembako bisa ia dapatkan dengan mudah di sana. Harganya pun bervariasi, mulai dari mentega dengan harga sekitar RM 2 (setara Rp 6.258, dengan kurs RM 1 = Rp 3.129) per satuan, sampai cemilan seharga RM 5 (Rp 15.645) per karung.

Hanita mengaku pergi ke Tawau setiap seminggu sekali. Rasa takut dan khawatir sedikit pun tidak tergambar dari wajahnya. Sementara, seluruh media ramai memberitakan konflik “serb