Selasa, 30 September 2014

Sungai di Kutim Jadi Buah Simalakama

UTAMA | Selasa, 09 April 2013 | dibaca: 1284 kali
TEROR “monster” purba di Kutai Timur (Kutim) sudah sering terjadi.  Catatan Kaltim Post, serangan buaya pada manusia di Kutim sejak 1998 hingga 2013, sudah 15 kali terjadi. Sebagian besar korban tewas dimangsa. 

Berkaca pada kasus-kasus tersebut, serangan buaya terjadi saat warga berada persis di tepi sungai. Ini mengindikasikan tepi sungai di Kutim cukup berbahaya. Seperti yang terjadi pada Syahruni, siswi SMK 1 Bengalon yang diterjang buaya Sabtu (6/4) di Sungai Perdau. Hingga kemarin, tubuh siswi yang baru berusia 16 tahun ini belum juga ditemukan.

Sulastri, warga Desa Sepaso tempat Syahruni tinggal mengatakan, warga menghadapi buah simalakama. Di satu sisi takut diserang buaya saat ke sungai, namun di sisi lain, mereka harus ke sungai karena merupakan satu-satunya sumber air bersih.

“Sebenarnya sudah berulang kali kami minta supaya ada jaringan PDAM m