Minggu, 26 Oktober 2014

Keluarga Hanya Inginkan Jasad Putrinya

Buaya Mengganas Akibat “Tergusur” Tambang dan Kelapa Sawit
UTAMA | Rabu, 10 April 2013
SANGATTA – Empat hari sudah, Syahruni Disi (16), korban keganasan buaya muara Bengalon, Kutai Timur (Kutim, belum ditemukan. Pencarian siswi kelas 1 SMK 1 Bengalon yang disambar “monster Sangatta” pada Sabtu (6/4) itu terus dilakukan. Bahkan pawang buaya yang dilibatkan semakin banyak. Ada 15 orang.

Baliati  (40), ibu korban, masih tak percaya anaknya dimangsa buaya muara. Meski begitu, sekarang dia sudah pasrah. Ditemui Kaltim Post, Senin (9/4), di rumahnya di RT 04 Desa Sepaso Selatan Kecamatan Bengalon, Baliati yang ditemani putrinya Fitri Cahyati (14), tampak berusaha tegar. Matanya masih tampak merah, senyum sulit terukir. Berulang kali dia mengusap wajahnya. Fitri juga demikian. Apalagi, dialah orang terakhir yang melihat Syahruni ditarik buaya ke dalam sungai.

Menurut Baliati, kebiasaan keluarganya mandi di Sungai Perdau adalah hal lumrah. Jarak rumahnya dengan sungai