Rabu, 30 Juli 2014

Sidak Melawan Penyelewengan

Mengejar Para Pemburu Solar (2-Habis)
UTAMA | Sabtu, 27 April 2013 | dibaca: 809 kali
Sekitar 9 persen kuota solar Kaltim diduga diselewengkan sepanjang tahun. Angka itu disumbang hanya dari Samarinda. Mafia solar terus berpesta.
 
DARI belakang kemudi truk, Sudirman hanya bisa mendengus. Baru saja sopir berusia 38 tahun ini masuk antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan PM Noor, Samarinda Utara. Seluruh waktu subuhnya, kemungkinan besar pula paginya, habis di tepi jalan demi 80 liter solar.

Rabu (17/4) lalu, Sudirman yang sopir jasa ekspedisi merelakan tidur demi mendapat solar dengan harga subsidi. “Kalau membeli di pengecer, selisihnya lebih tinggi sekitar Rp 1.500 per liter,” kata pria berwajah tirus itu.

Di SPBU, Sudirman mengaku bisa menghemat Rp 120 ribu dibanding mengisi di pengecer. Meskipun, untuk menghemat itu, sopir dengan rute Samarinda-Berau ini harus begadang dua hari sekali.

Sopir lain, S