Sabtu, 1 November 2014

Pendapatan Kelas Atas Naik 7%

PRO BISNIS | Selasa, 07 Mei 2013 | dibaca: 303 kali
JAKARTA - Kontroversi keputusan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi harus melihat dari sisi keadilan generasi. Di mana intinya untuk membekali generasi penerus di masa yang akan datang.

"Kejahatan kita itu ada dua untuk anak-anak penerus bangsa di masa yang akan datang, yakni kita menghabiskan minyak kita tanpa menyisakan penerus. Kedua, meninggalkan utang untuk para penerus, ya kalau dengan bahasa santun yaitu keadilan generasi," kata pengamat ekonomi Faisal Basri saat acara diskusi media di Tea Spa, Jakarta, Senin (6/5).

Saat ini, Faisal mengungkapkan tindakan pemerintah yang belum memutuskan kenaikan harga BBM memang sengaja memperlambat. Karena, kenaikan harga BBM yang direncanakan naik 30 persen dari harga Rp 4.500, dapat meningkatkan pendapatan kelas atas sebesar tujuh persen, sedangkan untuk kelas bawah dapat menurunkan pendapatan sebesar empat persen.

Selain