PLN Defisit Rp 178 Miliar
Biaya Operasional Tinggi, Imbau Masyarakat Hemat Energi
 
Jumat, 17 Mei 2013 - 07:07:01
|
Pro Bisnis
|
Dibaca : 260 Kali
 
SAMARINDA – Tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar membuat biaya operasional mesin pembangkit listrik di Kaltim membengkak hebat. Untuk diketahui, sebanyak 88 persen pembangkit listrik di Kaltim menggunakan mesin diesel yang haus solar.

Manajer Area PLN Samarinda, Ismail Deu, mengatakan, di Sistem Mahakam saja yang melayani Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong, diperlukaan ribuan liter solar per hari untuk mengoperasikan mesin-mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang ada.

“70 persen biaya operasional habis untuk pengadaan bahan bakar. Untuk diketahui, biaya operasional PLN untuk menghasilkan listrik adalah Rp 2.800 per KWH. Sedangkan harga jualnya hanya Rp 780 per KWH,” jelas Ismail saat ditemui Kaltim Post, Selasa (14/5) lalu.

Dia menyebutkan, dalam sebulan, konsumsi pemakaian listrik yang harus dilayani sebanyak 88,2 juta KWH. Jik
 
 
     
 
 
 
 
 
 
 


 

KALTIM POST

Harian Pagi Pertama dan Terbesar di Kalimantan Timur
Alamat Redaksi: Gedung Biru Jl. Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan (76126), Telp (0542)735359-732158, Fax (0542)735242. Email Redaksi: redaksi@kaltimpost.net
Alamat Iklan: Jl. Jendral Sudirman No.86 Markoni Balikpapan (76114), Telp (0542)736459-737059, Fax (0542)730353.
Kantor Samarinda: Kompleks Mahakam Square Jl. Untung Suropati Blok B No.5A, Telp (0541)272000.