Minggu, 21 September 2014

Pemkot Tetapkan Zakat Fitrah Tahun 2013

Terendah Rp 22.500, Tertinggi Rp 42.000
SAMARINDA | Senin, 15 Juli 2013
SAMARINDA - Didasari Keputusan Wali Kota Nomor 451.12/398/HK-KS/VII/2013, besaran zakat fitrah dan fidyah bagi warga  Samarinda sudah ditetapkan dengan tiga klasifikasi, tertinggi Rp 42.000, sedang Rp 30.000 dan terendah Rp 22.500.
"Jumlah zakat fitrah ini mengacu pada harga beras yang dikonsumsi sehari-hari oleh setiap individu dengan besaran takaran 2,5 kg per jiwa,” jelas Kepala Kemenag Samarinda H Abdul Muis di kantornya, Jumat (12/7). Muis  menambahkan penetapan kadar zakat ini adalah hasil keputusan rapat koordinasi pihaknya bersama jajaran Pemkot Samarinda, Pengadilan Agama, Perum Bulog dan lembaga terkait, dalam hal ini NU dan Muhammadiyah pada  5 Juli 2013.
Masih mengacu pada aturan yang sama, kadar fidyah, lanjut Muis disesuaikan dengan makanan yang dikonsumsi oleh yang bersangkutan, untuk kemudian disalurkan melalui BAZNAS atau langsung kepada objek sasaran dalam hal ini fakir miskin. Namun, untuk memudahkan dalam proses penyaluran diimbau sebaiknya bagi kaum muslimin yang ingin membayar zakat bisa segera melaksanakan tanpa harus menunggu batas waktu akhir Ramadan.
"Hal ini untuk mempermudah petugas BAZNAS atau badan amil dalam membagikan kepada para mustahiq," katanya. Tidak lupa Muis  mengingatkan agar dalam menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah maupun fidyah,  warga bisa  menyalurkannya dalam bentuk beras maupun uang melalui Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Samarinda, BAZ Kecamatan, LAZ dan UPZ yang telah diberi amanat oleh BAZ Kota.
"Yang penting untuk diingat, petugas penerima zakat (amil zakat/UPZ) tidak diperkenankan menjual beras zakat yang diterimanya kepada muzzaki yang akan berzakat. Artinya, bila memang ingin berzakat dalam bentuk beras silahkan membawa dari rumah bukan membelinya di badan amil, hal ini sesuai hasil keputusan Rakorwil IV MUI se-Kaltim tahun 2010,” tegas Muis. (hms3/ms/k8)