Sabtu, 22 November 2014

Tiga Minggu Harus Khatam Alquran

Ramadan di “Kota Santri”: Ponpes Al-Mujahidin Balikpapan (1)
METROPOLIS | Rabu, 17 Juli 2013 | dibaca: 935 kali
Suasana Islami di pondok pesantren (ponpes) jadi bertambah kadarnya saat Ramadan. Bagai “kota santri” kegiatan keagamaan terasa semakin kental. Berikut ulasan wartawan Kaltim Post yang ikut bermalam di asrama, ikut sahur dengan para santri, dan nuansa kesederhanaan saat berbuka puasa.  Ponpes Al-Mujahidin, Balikpapan jadi pembuka.
 
IKHSAN WN-OKI NUTRICAHYO

PONPES  Al-Mujahidin terletak di Km 10, Jalan Soekarno-Hatta. Dari arah Terminal Batu Ampar, ada di sisi kanan jalan poros Balikpapan-Samarinda. Posisinya di utara Kota Minyak. Dari jalan besar, kompleks ponpes 200-an meter ke dalam. Posisinya ada di sisi kanan dan kiri jalan. Di sisi kanan, masjid besar yang sedang direnovasi jadi salah satu penanda ponpes ini. Ruang sekolah dan asrama putra juga ada di sisi ini. Sedangkan di sisi kiri jalan adalah asrama putri dan sentra kegiatan pondok pesantren lainnya.
 
Pekan tadi, Kaltim Post “nyantri” semalam di pesantren ini. Mengikuti kegiatan agama dari siang hingga malam. Tiap hari, umumnya diisi ibadah dan belajar. Porsi keagamaan ditambah. Misalnya membaca Alquran diperbanyak dan mendalami ilmu agama lainnya.
 
Pukul 03.00 Wita, sahur sudah dimulai. Santri mengantre di dapur untuk mengambil jatah makan. Setelah mendapatkan lauk dan sayur di atas tempat makan, mereka berbaris lagi untuk mengambil nasi dan air minum.

Menu sudah lengkap, mereka duduk rapi di sebuah meja panjang. Satu meja panjang bisa diisi 50-an santri. Tak sedikit juga santri memilih makan lesehan di ruangan itu. Sangat terasa suasana keakraban dan kekeluargaan.
 
Usai sahur, mereka langsung bersiap ke masjid, salat subuh. Setelah salat, biasanya santri diberi waktu istirahat sejenak di kamar masing-masing, karena mereka harus sekolah seperti biasa pada paginya. 
 
Selama Ramadan jam pelajaran dikurangi. Yang biasanya mulai pukul 7.30 hingga 17.30, menjadi hanya sampai pukul 13.30. Sisa waktu digunakan santri untuk kegiatan ekstrakulikuler.

“Pada bulan Ramadan santri kebanyakan tadarus Alquran setiap usai salat wajib. Karena pada Ramadan kami ditarget dalam tiga minggu pertama harus sudah minimal sekali khatam Alquran,” ungkap Yudi Perdana, ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ponpes Al-Mujahidin Balikpapan.
 
Selain tadarus Alquran para santri juga dilatih untuk melakukan ceramah singkat. Kegiatan ini diadakan setelah salat asar sembari menunggu waktu berbuka puasa. Para santri dikumpulkan untuk dilatih ceramah di depan teman-teman mereka. “Ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri kepada santri saat terjun ke masyarakat dengan ilmu yang mereka pelajari,” tambah Yudi.
 
Saat tiba waktu berbuka puasa santri sudah bersiap di ruang makan. Biasanya diawali dengan menyantap takjil. Usai berbuka langsung dilanjutkan salat Magrib. Selepas itu baru makan malam. Waktu mereka tak banyak, karena akan dilanjutkan dengan salat isya dan tarawih. Usai salat, santri kembali mengisi waktu dengan tadarus. Biasanya hingga pukul 21.00 lewat. Lepas itu, mereka kembali ke kamar untuk istirahat.  Selama 20 santri akan berada di pondok. Pada 10 hari terakhir Ramadan mereka diperkenankan pulang ke rumah masing-masing. (far/k1)