Rabu, 24 September 2014

Silpa Bakal Tinggi Lagi

Kalau Kurang SDM, Cari!
SAMARINDA | Minggu, 04 Agustus 2013 | dibaca: 365 kali
SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Samarinda 2013 meningkat. Jika semula APBD murni hanya Rp 2,83 triliun, maka di APBD-P menjadi Rp 3,82 triliun. Terjadi peningkatan Rp 990 miliar. Namun jika disandingkan dari data terakhir, daya serap anggaran Pemkot Samarinda hingga semester pertama terbilang rendah. Dari anggaran Rp 2,83 triliun, baru terserap 22,12 persen atau Rp 619,3 miliar untuk proyek fisik dari 127 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dari potret tersebut, pada APBD 2013 ini, sisa lebih penggunaan anggapan (silpa) bakal tinggi seperti tahun lalu.
Sebelumnya beberapa waktu lalu, kala dengar pendapat dengan DPRD Samarinda, Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Disciptakot) Samarinda Herwan Rifa’i berdalih minimnya sumber daya manusia menjadi kendala progres kegiatan mereka. Dari sebanyak 180 pegawai Disciptakot, hanya 30 orang sudah ahli. Karena itu, mereka meminta tambahan 15 tenaga ahli.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda Sudarno mengatakan, jika memang selama ini kendalanya lantaran kekurangan SDM maka bisa dicarikan dari instansi lain yang memenuhi kualifikasi jabatan yang dibutuhkan. Terlebih Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) dan Disciptakot Samarinda yang terbanyak mendapat alokasi anggaran. “Kan sayang apabila sudah dianggarkan tapi tidak terserap maksimal sampai berujung silpa. Kalau begitu, ya, masyarakat tertunda menikmati pembangunan,” ujar dia, kemarin (3/8).
Terlebih pada APBD-P ini anggaran keduanya ditambah cukup signifikan. DBMP ditambah Rp 221 miliar dan Disciptakot sebesar Rp 116 miliar. Karena itu, diharapkan SDM di kedua SKPD tersebut dapat dioptimalkan. Jika tidak, jangan heran bila silpa tahun ini tinggi sama seperti tahun lalu yang mencapai Rp 1,1 triliun.
“Kalau tenaga kurang, ya, minta ditambah. Kami harapkan Wali Kota Samarinda bisa bijaksana terhadap itu sehingga anggaran bisa terserap maksimal. Jangan sampai tahun depan kasusnya sama dengan alasan yang sama juga,” ucapnya. Dia mengatakan, masih banyak tenaga yang dibutuhkan tersebar di SKPD lain. Misal tidak juga mencukupi, bisa direkrut pegawai tidak tetap. “Apalagi dalam waktu dekat, ada penerimaan CPNS. Kan bisa diusulkan itu, karena cukup mendesak kebutuhannya,” saran dia. (*/ril/wan/k7)