Jumat, 19 Desember 2014

Rendam Seribu Rumah, Heli Mendarat Darurat

UTAMA | Kamis, 08 Agustus 2013 | dibaca: 1607 kali
BALIKPAPAN - Diterjang cuaca ekstrem, Rabu (7/8), Balikpapan nyaris lumpuh. Hujan deras sejak pagi hingga jelang siang kemarin menghasilkan banjir di sejumlah wilayah. Sekitar seribu rumah di empat kelurahan Kota Minyak pun terendam. Tak hanya di darat, cuaca ekstrem juga membuat repot di angkasa. Sebuah helikopter Bell 206 LI harus mendarat darurat di kawasan Tangki I, Kompleks Perumahan Pertamina, Balikpapan Utara.
 
Pantauan Kaltim Post, banjir terparah di jembatan PDAM, Jalan MT Haryono, hingga depan Masjid Sahibussalim. Kendaraan yang menuju dan dari Balikpapan Baru - Damai terhambat. Nasib serupa dialami warga yang ingin berobat ke Siloam Hospitals. Sebagian besar kendaraan akhirnya memutar lewat Jalan Marsma Iswahyudi maupun Jalan DI Panjaitan-Jalan AMD Sungai Ampal. “Jalan mulai tergenang sekitar pukul 10.00 Wita.
 
Awalnya hujan biasa tapi lama-kelamaan intensitas air meningkat,” kata Andi, warga yang kebetulan melintas. Dikatakan, dia sebenarnya hendak ke perumahan Telkom namun dibatalkan karena khawatir sepeda motornya mogok. Banjir melanda di banyak tempat. Di perumahan Balikpapan Baru, dekat Sungai Ampal, luapan air membuat warga mengungsi. Ketinggian air di sini mencapai satu meter. “Hujan sangat deras.
 
Air di Sungai Ampal cepat meninggi,” terang seorang warga. Di lokasi lain di Sepinggan, RT 17, seorang ibu muda mengungkapkan kesedihan. Baru saja hendak membuat buras tiba-tiba dapurnya kebanjiran. Dandang, panci, tabung gas, “menari-nari” di atas air. Niat menyantap buras saat Lebaran pun lekas dikubur. “Bagaimana mau memasak kalau banjir di atas lutut,” ucap ibu itu.
 
Nandi, warga Jalan Penegak I menuturkan, Balikpapan kerap dihantam banjir ketika hujan sangat deras. Lebar sungai di Balikpapan ditambah perumahan yang menjamur memperparah kondisi ini. “Di rumah saya di Jalan Penegak, banjir mulai pukul 07.00 Wita. Awalnya semata kaki, lama kelamaan selutut,” ucapnya. Ujian ini, lanjut dia, sama seperti umat muslim menyambut Ramadan sebulan lalu.
 
Bedanya, kala itu api menyambar rumah padat penduduk di Jalan Dahor. Sekarang di beberapa titik diserang banjir. “Benar-benar cobaan,” ucap bapak satu anak tersebut. Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (BPBK) Balikpapan melansir beberapa titik yang tergenang pada H-1 Idulfitri kemarin. Di antaranya Jalan MT Haryono di bawah RSUD Kanujoso, Tumaritis, Jalan Beller, Tugu Adipura.
 
Kemudian di simpang Gunung Malang (Jalan A Yani-Sutoyo), Perumahan Balikpapan Baru, Perum Wika, Muara Rapak, Perum Graha Indah, Perum BDS, Perum Kantor Pos, RSS Damai III, Korpri, Sepinggan Dalam, Sepinggan Luar, Depan Lanud, dan Manggar Sari. Kabid Penanggulangan Bencana dan Pemulihan, BPBK Balikpapan, Saparudin, mengatakan sampai pukul 17.00 Wita kemarin, air di beberapa daerah di hulu sungai sudah surut.
 
Sementara di hilir seperti Jalan MT Haryono dan jalan Beller belum juga surut. “Air lambat surut karena laut sedang pasang,” terang Saparudin. Tim BPBK dibantu Kodam, Polairud, Basarnas, menurunkan perahu karet. Semua perahu dikerahkan untuk evakuasi di Jalan Beller. Mereka dibantu mobil derek Dishub, relawan 4x4 Rescue, Orari, RAPI, Banda, Dinas Kesehatan, dan Palang Merah Indonesia.
 
Saparudin menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun, banjir setidaknya merendam seribu rumah di empat kelurahan. Di Kelurahan Damai sebanyak 500 rumah, Kelurahan Damai Baru 150 rumah, Kelurahan Damai Bahagia 200 rumah, dan Kelurahan Sungai Nangka 150 rumah. “Kami terus meningkatkan kewaspadaan saat Lebaran. Begitu hujan, semua anggota menyebar untuk memantau,” jelasnya.
 
Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Samriyanto, mengatakan bahwa hujan yang mengguyur Kota Minyak pada Rabu (7/8), masuk kategori sangat lebat. “Dari alat kami terpantau hujan mulai pukul 07.30 Wita. Setengah jam kemudian, takaran menunjukkan curah hujan 1,6 milimeter,” terangnya.
 
Hujan mencapai puncaknya pada pukul 08.00 Wita sampai pukul 11.00 Wita dengan intensitas 88 milimeter.  BMKG mencatat, hujan baru berhenti pukul 12.42 Wita. Total curah hujan mencapai 91,2 milimeter. “Itu sangat lebat. Untungnya tidak disertai angin kencang,” tambahnya. Dia mengatakan, masih ada peluang hujan lebat pada hari berikutnya.
 
HELI MENDARAT DARURAT
 
Amukan hujan juga mengakibatkan sebuah helikopter jenis Bell 206 LI milik PT Intan Intan Angkasa Service yang disewa PT Trans Pacific harus mendarat darurat. Burung besi yang hendak menuju Bandara Sepinggan itu memilih landasan di Tanki I, Kompleks Perumahan Pertamina, RT 82, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara, sekitar pukul 09.00 Wita.
 
Sebelumnya, helikopter dengan pilot seorang warga negara asal Selandia Baru, Angus Mulyo (40), sempat berputar-putar sambil terbang rendah. Pemandangan itu mengkhawatirkan sejumlah warga perumahan. “Saya kira mau jatuh, sekalinya mendarat,” kata Simon (38), warga yang tinggal di sekitar lokasi. Helikopter ini diketahui dalam penerbangan dari lokasi eksplorasi tambang batu bara di Tumbang Pondang, Puruk Cahu, Kalimantan Tengah.
 
Angus ditemani teknisi bernama Wahyu Dilara (40). “Kami sempat bingung mencari titik pendaratan karena jarak pandang hanya 50 meter,” terang pilot. Diakui Angus, pendaratan darurat diambil akibat cuaca buruk. “Kami sempat berputar-putar sekitar 5 menit kemudian melihat ada titik pendaratan darurat ideal. Setelah itu kami mendarat dengan normal,” tuturnya.
 
Sementara Wahyu menambahkan, cuaca saat penerbangan dari Tumbang Pondang cerah. “Namun sampai di Balikpapan, cuaca buruk. Jarak pandang minim sekali,” urainya. Setelah pengecekan sementara terhadap kelengkapan administrasi, otoritas bandara Sepinggan menyatakan helikopter laik terbang. Masa berlaku surat izin menerbangkan milik pilot juga belum kedaluwarsa.
 
Keberadaan helikopter serentak mengundang perhatian warga. Petugas dari Polres Balikpapan dan Polsek Balikpapan Utara pun segera mengamankan lokasi agar masyarakat yang tidak berkepentingan tidak terlalu mendekat. Setelah cuaca buruk mereda dan lalu lintas udara di bandara Sepinggan dipastikan siap, sekitar pukul 14.00 Wita Angus dan Wahyu dipersilakan melanjutkan penerbangan.(ede/*/rsh/aim/tom/fel/k1)