Jumat, 28 November 2014

Cagub Banyak Langgar Algaka

BALIKPAPAN | Kamis, 15 Agustus 2013 | dibaca: 351 kali
TIGA pasangan calon gubernur Kaltim banyak melanggar pemasangan alat peraga kampanye (Algaka). “Saat ini baru pelanggaran algaka. Kami telah melakukan pencabutan algaka kurang lebih 250-an buah di Balikpapan Barat. Di Balikpapan Selatan ada dua algaka telah kami cabut tadi pagi (kemarin),” kata Komisioner Bidang Pengawasan, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Balikpapan, Supiani, di ruangannya, Rabu (14/8).

Saat ini Panwaslu tidak dapat memberikan sanksi kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang melanggar itu. Panwaslu hanya ingin melakukan pendekatan persuasif kepada para calon untuk menertibkan sendiri algaka mereka. Jika dirasa tidak berhasil, maka upaya tegas melalui tim penegakan hukum terpadu (Gakumdu) akan menindak para calon yang dinilai melanggar tersebut. Sebagai informasi, Pilgub Kaltim akan dihelat pada 10 September mendatang.

“Nanti kita akan lihat dalam proses penyelidikan. Kalau mengandung unsur pidana akan kami bawa ke ranah hukum, kalau sifatnya administrasi akan kami rekomendasikan ke KPU, dan jika dinilai melanggar kode etik maka akan kami laporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang hanya ada di pusat,” tegasnya.

Gakumdu sendiri terdiri atas tiga orang. Yakni, penyidik dari Reserse Polres Balikpapan, jaksa dari Kejaksaan Negeri Balikpapan, dan komisioner Panwaslu yang membidangi penegakan hukum.
 
Sebenarnya pada tanggal 27 Juli, setelah penetapan nomor urut calon gubernur dan wakil gubernur di Samarinda, semua algaka harus dibersihkan. “Harus dibersihkan karena dapat disinyalir, menjadi ajang curi start kampanye,” imbuhnya.

Sebelumnya pihaknya memang membolehkan pemasangan algaka. “Tanggal 27 Juli ke bawah sampai bulan Juni kami memang membolehkan dengan alasan sosialisasi. Tapi mulai tanggal 27 Juli-23 Agustus kami melarang pemasangan algaka yang berbau kampanye,” paparnya. (*/rkp/far/k1)