Selasa, 2 September 2014

Indomaret Tak Punya Sekuriti

KRIMINALITAS
METROPOLIS | Kamis, 22 Agustus 2013 | dibaca: 825 kali
PERAMPOKAN di dua Indomaret, yakni di Jalan Ir Sutami dan Jalam M Yamin, meninggalkan sejumlah catatan bagi pengelola, PT Indomarco Pristama. Informasi sumber Kaltim Post di Polresta Samarinda, sejak beroperasi Mei lalu dan telah membuka 30 toko di sejumlah kawasan di Kota Tepian, Indomaret belum memiliki penjaga keamanan (sekuriti). Pengelola juga belum berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
 
“Ironis sekali, sebuah minimarket beroperasi 24 jam dengan omzet besar tidak memiliki petugas keamanan. Terlebih lagi koordinasi dengan polisi di wilayah operasi Indomaret, sampai saat ini  belum ada,” ujarnya. Seharusnya, kata dia, belajar dari kasus perampokan minimarket 24 jam di kota besar di Pulau Jawa, mestinya memiliki sekuriti sedikitnya dua orang. “Risikonya cukup besar, selain merugikan toko, keselamatan para karyawan juga terancam.
 
Karena pelaku kriminalitas saat ini terus meningkat dan tidak segan melukai korban. Tidak terlalu mahal untuk mempekerjakan sekuriti dibanding risiko yang dihadapi ketika beroperasi 24 jam tanpa pengamanan,” kata perwira di Polresta Samarinda itu.
 
Selain pengamanan, salah satu kabar yang santer beredar adalah semua barang yang dijual Indomaret diasuransikan, artinya setiap kehilangan atau kerusakan barang akan dikenai penggantian. Rizky, kepala toko Indomaret yang kini  berstatus tersangka perampokan brankas mengatakan, sejak dia bergabung di Indomaret dalam kurung waktu tiga tahun terakhir, belum pernah manajemen komplain atau memberikan sanksi kepada pramuniaga ketika ada barang yang hilang.
 
“Kalau ada barang hilang atau toko dirampok, tinggal lapor kepolisi saja. Buat LP (Laporan Polisi). Sebut kerugiannya berapa di LP, nanti manager yang meminta klaim ke pihak asuransi,” ujarnya, yang kini mendekam di sel Mapolsekta Sungai Kunjang.
 
Kapolsekta Sungai Kunjang Kompol Harun Purwoko ketika ditemui mengatakan, sejak beroperasi di Jalan Ir Sutami yang masuk dalam wilayah polsekta Sungai Kunjang, pihak Indomaret belum pernah melakukan koordinasi tentang toko yang beroperasi selama 24 jam. “Sampai saat ini belum ada koordinasi. Seharusnya jika beroperasi 24 jam ya dilaporkan,” terangnya. Padahal kata Harun, pihaknya telah menempatkan aparat di beberapa titik pengamanan. Selain itu, Forum Kemitraan Kepolisian Masyarakat (FKPM) bisa dilibatkan seandainya pihak Indomaret belum sempat berkoordinasi dengan polisi.
 
Menanggapi kabar tersebut, pihak Indomaret tampak canggung dan saling lempar tanggung jawab. General Affair (GA) Indomaret Tri Budi Santoso ketika ditemui di kantornya di jalan PM Noor, mengaku tidak tahu berkaitan dengan prosedur keamanan dan logistik toko. “Wah saya tidak tahu soal itu, kalau masalah ATK (alat tulis kantor) dan keperluan kantor saya yang urus. Silakan konfirmasi ke Ade Ismail selaku Manajer Perizinan,” sebutnya.
 
Ade Ismail yang ditemui di kantor Indomaret Jalan Urip Sumoharjo terlihat kaget, senada dengan Tri, ia mengaku tidak tahu prosedur pengamanan dan logistik. “Tugas saya membuat izin jika mau buka unit baru. Kalau pengaman dan logistik, itu urusan GA (Tri Budi Santoso),” kata pria berkacamata itu. Saat didesak, Ade pun menjelaskan setiap barang yang dijual di Indomaret telah diasuransikan dan mendapatkan penggantian ketika terjadi kehilangan.
 
“Iya sudah diasuransikan, namun mekanismenya saya kurang tahu,” jelasnya. Terkait pengamanan, ia pun mengatakan tidak menempatkan personel keamanan berseragam khusus di setiap toko. Selain itu, telah berkoordinasi dengan warga sekitar untuk membantu mengamankan. “Setahu saya kami melibatkan masyarakat sekitar untuk membantu mengamankan toko. Kalau enggak salah ada di MoU-nya (nota kesepahaman).
 
Jadi masyarakat sekitar turut mengamankan. Prosedurnya, ketika resmi beroperasi kami meminta ke RT, dan selanjutnya RT yang menunjuk warganya, siapa yang mengamankan,” katanya. Terkait bobolnya brankas Indomaret, Ade mengatakan kini pihaknya telah melakukan evaluasi mengenai karyawan dan keamanan. “Melihat kondisi dua hari terakhir, akan ada evaluasi setiap karyawan dan keamanan,” ulasnya.
 
Diketahui,  dalam waktu 24 jam, dua Indomaret di Samarinda digasak kawanan perampok.  Pada Minggu (18/8), garong beraksi di Indomaret, Jalan M Yamin, pukul 02.30 Wita. Senin (20/8), pada kurun waktu yang sama, pukul 02.45 Wita, giliran Indomaret di Jalan Ir Sutami, Kecamatan Sungai Kunjang, disambangi rampok.
 
Rampok di Indomaret Jalan Ir Sutami sudah ditangkap. Ada tiga orang. Semuanya pegawai. Perampokan diotaki Rizky (25), kepala Toko Indomaret Ir Sutami.
 
Dua pelaku lainnya,  Andrias (29) dan Dimas (27) merupakan karyawan Indomaret di Jalan Suryanata. Uang yang disikat sekira Rp 41 juta. Sedangkan perampokan di Indomaret Jalan M Yamin hingga kini belum terungkap. (*/riz/far/k1)