Minggu, 21 Desember 2014

KRIMINAL

Jaksa Colong Ponsel, Terekam CCTV
UTAMA | Jumat, 13 September 2013 | dibaca: 415 kali
SEORANG pegawai Mahkamah Konstitusi, Widiana, nyaris kehilangan ponsel pintar saat bertugas menangani berkas perkara. Sempat dicuri sebelum dikembalikan, aksi yang diduga dilakukan oknum jaksa berinisial D terekam CCTV.
Pelaku yang terekam itu diketahui seorang jaksa yang bertugas sebagai pengacara KPU Probolinggo, Jawa Timur. Kejadian bermula saat dua orang yang diketahui dari kejaksaan Probolinggo memasuki ruang registrasi dan pendaftaran MK, Rabu (11/9). Mereka bermaksud meminta berkas permohonan perkara gugatan Pemilihan Kepala Daerah Probolinggo untuk sidang perdana.
Widiana yang bertugas menerima berkas kemudian memfotokopi dokumen permohonan. Dia beranjak dari meja kerja menuju meja lain untuk memperbanyak berkas. Saat itulah, ponsel merek Samsung milik Widiana ditinggal di meja kerja bersama dua orang tadi. Saat kembali dan berkas diserahkan, Widiana baru menyadari ponselnya raib. Dia kemudian melapor ke petugas keamanan MK dan bergegas mengecek rekaman di closed-circuit television (CCTV).
"Menurut laporan dari Kompol Edi Suwitno, dia mengambil ponsel karena jaksa dari Probolinggo itu mengira HP milik temannya," terang Kepala bagian rumah tangga yang membidangi keamanan MK, Sigit. Saat itu, pelaku diduga sedang mengikuti persidangan sengketa Pilkada Probolinggo. Memanfaatkan celah waktu itu, pihak keamanan MK mencegat terduga setelah persidangan.
"Mereka diamankan ke ruangan Kompol Edy. Ketika HP dikeluarkan, Mas Widi (Widiana) bilang itu HP-nya. Jaksa itu bilang, ya, sudah jangan diperpanjang," terang Sigit. Setelah melihat rekaman CCTV, keamanan MK menganalisis bahwa ponsel itu diambil dengan sengaja. MK pun kembali menemui pelaku, kemarin, bersamaan lanjutan sidang pilkada. "Kami akan menunjukkan CCTV itu kepada jaksa yang bersangkutan. Ketemu dulu biar jelas," ucapnya.
Sekretaris Jenderal MK, Janedjri M Gaffar, mengatakan belum bisa menyimpulkan apakah hal tersebut sengaja atau tidak. MK, tuturnya, akan berkoordinasi dengan kejaksaan. Bagaimana dengan Widi yang nyaris kehilangan ponsel? Dia mengatakan bersyukur barang itu kembali. Dia pun tidak keberatan jika penyelesaian ditempuh dengan jalan damai.
Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), Kejaksaan Agung, Mahfud Manan, mengatakan jaksa bersangkutan akan menjalani pemeriksaan internal. Ditemui di Kejagung kemarin (12/3), Mahfud menambahkan bahwa Kejagung segera mengambil langkah klarifikasi terhadap kasus yang mencemarkan nama kejaksaan. (gen/jpnn/fel/k9)