Jumat, 31 Oktober 2014

Pemilik Toko Emas Mulai Ketakutan

NASIONAL | Sabtu, 21 September 2013 | dibaca: 1038 kali
MEDAN  - Maraknya perampokan toko emas yang belakangan terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, membuat polisi ekstra ketat melakukan pengamanan, Jumat (20/9). Sejumlah personel kepolisian dari Brimob dan Sabhara mulai ditempatkan di beberapa toko emas yang dianggap rawan sasaran perampokan. Seperti di Pasar Sukaramai, Pringgan, Petisah, Simpang Limun, Pusat Pasar dan Pasar Brayan.

Pantau Sumut Pos (Jawa Pos Group) sebanyak 2 sampai 3 personel Sabhara dan Brimob berseragam lengkap dan bersenjata laras panjang berjaga-jaga di kawasan pertokoan emas di Kota Medan. Saat salat Jumat berlangsung penjaga toko emas memilih tidak membuka penuh tokonya. Mereka kembali membuka penuh pintu toko mereka usai salat Jumat.

"Dengan penjagaan seperti ini, merasa lebih aman. Sebelumnya, sempat ketakutan saat membuka toko, terkait terjadinya perampokan toko emas oleh perampok bersenjata api," ungkap salah seorang pemilik toko mas di Pasar Sukaramai, Adlin Pulungan saat ditemui wartawan, Jumat (20/9).

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta mengatakan penjagaan itu merupakan upaya pencegahan terkait aksi kejahatan yang belakangan terbilang marak terjadi. Untuk waktu program itu, Nico mengaku kalau pengamanan ini akan dilakukan berlanjut hingga kondusifitas Medan kembali normal.

"Tidak hanya anggota Sabhara dan Brimob saja. Namun, kita juga tempatkan petugas reserse berpakaian sipil dan juga tim patroli," ungkap Nico.

Sebelumnya, enam kawanan perampok bersenjata api menggasak 15 kilogram emas senilai Rp 7,5 miliar dari Toko Suranta di Jalan Pertempuran Medan Barat, Jumat (13/9). Pelaku hanya membutuhkan waktu 3 menit 15 detik untuk melakukan aksinya.

Kemudian, Selasa (17/9), tiga toko emas di Pasar Baru, Jalan Pasar VII, Kecamatan Percut Sei Tuan, juga mengalami nasib serupa. Pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor dan beraksi di tiga toko yang terletak berjejeran tersebut. Toko emas yang dirampok adalah Toko Semi J, Toko Permata Indah, dan Toko P Tarigan. Akibat perampokan, Toko Semi J dan Toko Permata Indah masing-masing kehilangan 1,5 kilogram senilai Rp 600 juta.(mag-10/jpnn/tom)