Selasa, 2 September 2014

Api Membara di Batu Kajang

Belasan Rumah Terbakar, Puluhan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
KALTIM | Jumat, 27 September 2013 | dibaca: 343 kali
TANA PASER  -  Tanah Batu Kajang kembali membara. Belasan rumah di RT 08,  tepat di samping Masjid Assalam  Desa Batu Kajang,  Kecamatan Batu Sopang,  luluh lantak dilalap si jago merah, Kamis (26/9) dini hari.
 
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diprediksi mencapai Rp 700 juta. Jeri (31) salah satu korban mengatakan, kebakaran terjadi begitu cepat,  sekira pukul 00.15 Wita,  dan baru padam 1,5 jam  kemudian.
 
“Api keluar dari bawah, dan langsung membesar,” kata Jeri sembari melihat tempat tinggalnya yang sudah rata dengan tanah. Dikatakannya, jilatan api langsung menyebar ke beberapa bangunan kayu lain. “Saya masih untung belum terlelap tidur, jadi masih bisa menyelamatkan anak dan istri saya,” katanya.
 
Petugas pemadam yang datang tak lama kemudian, langsung bahu-membahu melakukan pemadaman. Mereka juga dibantu beberapa mobil pemadam dari perusahaan tambang PT Kideco dan sub kontraktornya. Dari keterangan sejumlah warga, api berawal dari rumah sewaan milik Zuhaida.
 
Mengingat sebagian besar bangunan yang terbuat dari kayu,  ditambah kondisi gang yang sempit,  membuat proses pemadaman terkendala. Ahmad Fauzi, kepala seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Batu Sopang mengatakan, sedikitnya 13 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dalam kejadian ini.
“Korban sebanyak 46 jiwa. Bangunan yang terbakar 12 petak. Untuk langkah tanggap darurat, kami langsung membangun posko pengungsian untuk tempat tinggal sementara,” kata Fauzi.
 
Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Kapolsek Batu Kajang Iptu Rony Are Setia mengatakan,  pihaknya terus melakukan koordinasi untuk melakukan langkah tanggap bencana kebakaran. “Kami harap warga bisa waspada atas segala kemungkinan terjadinya bencana, baik kebakaran maupun bencana lainnya,” kata dia.
 
Saat ditanya penyebab timbulnya titik api kebakaran, Kapolsek belum bisa memastikan. “Kami masih melakukan penyelidikan, kami belum tahu penyebabnya apakah karena kompor atau karena korsleting listrik,” tutur Kapolsek. (nan/ind/k7)