Minggu, 21 Desember 2014

“Plan B” di Jambore Pemuda

SBY Belum Pasti, 1.200 Pemuda Se-Indonesia Promosikan Kaltim
SAMARINDA | Kamis, 24 Oktober 2013 | dibaca: 475 kali
SAMARINDA - Kaltim dapat keuntungan ganda seiring pelaksanaan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) mulai akhir pekan ini (26/10). Selain menjadi tuan rumah, ribuan peserta dari seluruh Tanah Air bakal jadi “alat promosi” buat provinsi ini. Yang jadi pekerjaan rumah sekarang, kondisi GOR Palaran sebagai pusat kegiatan ini yang masih dalam pembenahan. Selain itu, RI-1 juga belum dipastikan hadir.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Sigit Muryono, menyebut mulanya Kaltim hanya bertugas jadi tuan rumah JPI. Namun, pelaksanaan kegiatan yang seiring Hari Sumpah Pemuda, membuat peringatan skala nasional diselenggarakan di Samarinda. JPI sendiri berlangsung mulai 26 Oktober hingga 2 November.

“Bersamaan peringatan Sumpah Pemuda, ada kegiatan jambore, merajut Indonesia, dan aksi donor darah pemuda sedunia yang dimulai dari Samarinda,” ucapnya kepada Kaltim Post, kemarin (23/10).

Dia mengklaim event ini punya dampak bagus buat Bumi Etam. Nantinya, akan ada nota kesepahaman antara Pemprov dengan setiap delegasi dari 33 provinsi di Tanah Air. Salah satu isinya, adalah mempromosikan provinsi ini. Sepulang dari kegiatan, setiap peserta jambore diarahkan untuk mempromosikan Kaltim di daerahnya masing-masing. Bukan hanya soal pariwisata, tapi juga kekayaan alam hingga event-event tahunan Kaltim. Peserta jambore ini bahkan berasal dari komunitas ASEAN dan duta wisata dari setiap provinsi.

Ajang ini juga menggelar pameran karya pemuda. Jadi, setiap pemuda yang punya karya diberi ruang di sini. Sekaligus, bisa jadi ajang transaksi karena bersamaan dengan itu ada pula pameran produk UMKM dan kuliner.

Keuntungan lain bagi Kaltim adalah JPI jadi momentum menggunakan kompleks olahraga Palaran yang berkelas internasional itu. Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan kompetisi panjat tebing memperebutkan Piala Menpora.

Kadispora menyebut Palaran punya fasilitas sesuai standar untuk salah satu olahraga ekstrim itu. “Ada pula kompetisi olahraga tradisional yang belakangan tenggelam. Misalnya, sumpit hingga gasing. Tapi, kami ambil yang risikonya terkecil dan mudah,” sebut dia.

Demi mempersiapkan kebutuhan kegiatan ini di Palaran, panitia lokal telah membuat beberapa tempat MCK (mandi, cuci, kakus) semipermanen yang telah rampung 100 persen. Perangkat ini dibutuhkan karena peserta jambore diinapkan di perkemahan, dengan pemisahan antara laki-laki dan perempuan.

Sementara, untuk fasilitas seperti akses masuk, memang belum mulus karena pengerjaannya masih dikebut. “Jalan masuk sedang dikerjakan Dinas PU (Pekerjaan Umum) yang akan segera selesai. Begitu juga dengan beberapa bangunan di sana lewat Bidang Cipta Karya,” ucap Sigit.

Dalam pelaksanaan JPI, jumlah peserta mencapai lebih 1.200 orang. Mereka bakal melewati beberapa kegiatan, seperti seminar, donor darah, safari penghijauan dan lingkungan, hingga workshop penanggulangan bencana.

Sedangkan, untuk acara puncak HSP, peserta diperkirakan mencapai 10 ribu orang. Momen peringatan itu mengundang banyak komponen, terutama dari kalangan pemuda. Presiden SBY diharapkan hadir dalam acara tersebut.

Hanya, belum ada konfirmasi pasti soal RI-1. Sebab, belakangan diketahui pada hari yang sama, presiden memiliki agenda di Sumatra Barat. Panitia lokal menyiapkan tiga rencana menyikapi ketidaksiapan itu. Pertama, adalah presiden atau wakil presiden yang hadir, kedua Menkokesra atau Menpora, sementara ketiga Gubernur Kaltim. “Tapi kami pikir minimal adalah plan B (Menkokesra/Menpora, Red),” sebutnya. (*/bby/zal/k7)