Senin, 22 Desember 2014

Menhan Australia Klarifikasi ke Jakarta

Tak Terima Disadap, Hacker Indonesia Beraksi
NASIONAL | Kamis, 07 November 2013 | dibaca: 451 kali
JAKARTA - Isu penyadapan pemerintah Indonesia oleh Australia berbuntut panjang. Menteri Pertahanan (Menhan) Australia David Johnston direncanakan datang ke Indonesia untuk memberikan klarifikasi. David juga dijadwalkan memberikan keterangan secara terbuka bersama Menhan Purnomo Yusgiantoro.

“Kita tunggu saja, Menhan Australia mau datang besok (hari ini, Red),” terang Purnomo setelah sidang Komite Kebijakan Industri Pertahanan di kantor Kemenhan kemarin. Purnomo secara khusus juga meminta David untuk memberikan keterangan kepada publik secara terbuka Jumat (8/11) mendatang.

Dengan demikian, publik bisa mendapatkan klarifikasi langsung mengenai isu kedaulatan negara itu.

Purnomo memastikan, pihaknya akan bersikap keras jika memang benar Indonesia disadap. Namun, pihaknya menolak menyebutkan langkah keras apa yang bakal diambil. “Kami tidak mau berandai-andai soal sikap. Kami mau pastikan dulu (dari pihak Australia, Red),” lanjut mantan Menteri ESDM itu. Yang jelas, dia sudah mengecek sistem pertahanan Indonesia dan dipastikan tidak disadap. Untuk instansi lainnya, dia menyatakan belum tahu.

Purnomo menambahkan, spionase kontra spionase, terjadi di berbagai negara di seluruh dunia. “Kami juga punya atase pertahanan di seluruh dunia. Jadi intelligence, counter intelligence, itu terjadi,” tutupnya.

Sementara itu, isu penyadapan oleh intelijen Australia direspons oleh sejumlah hacker dan cracker Indonesia. mereka membalas isu tersebut dengan meng-hack (meretas) sejumlah situs yang berbasis di Negeri Kanguru. Para hacker yang menamakan dirinya Anonymous Indonesia telah meretas ratusan situs dengan kode au (Australia).

Sydney Morning Herald memberitakan setidaknya ada 100 situs Australia yang diretas. Sebagian bahkan sama sekali tidak terkait dengan pemerintah Australia. Seperti situs yayasan amal maupun asosiasi kanker anak.

Harian tersebut memberitakan jika upaya spionase dari kedutaan Australia di Jakarta membangkitkan nasionalisme kalangan pengguna web di Indonesia. Mereka termotivasi oleh rasa patriotisme.

Beberapa situs yang diretas antara lain www.sydneymobiledj.com.au, www.real--estate.com.au, dan tasfam.net.au. Ada yang bertuliskan Stop spying omn Indonesian!! dengan tampilan tiga dimensi dengan simbol mata yang mengintip lewat lubang kunci. Ada pula yang bertuliskan STOP SPYING OUR COUNTRY!! (INDONESIAN) dengan logo tengkorak.

Selain Australia, skandal global tentang upaya penyadapan juga tertuju pada Amerika Serikat. Terungkap pula, bahwa upaya spionase juga dilakukan spionase oleh Badan Keamanan Nasional AS (NASA).

Atas hal tersebut, Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal yang sedang dalam proses pengajuan mundur mengungkapkan kalau pihaknya sudah menyampaikan nota protes ke pemerintah AS. Menurut dia, secara substantif, adalah tentang peringatan bahwa ada persoalan etika yang harus dicermati dalam hubungan antarnegara. "Tapi, kami masih menunggu konfirmasi lanjutan," ujar Dino. (byu/dyn/ken/jpnn/zal/k7)