PPDB Online Rawan Peretas
Belum Ada Jaminan Menutup Celah Siswa Titipan
 
Senin, 10 Desember 2012 - 09:26:36
|
Balikpapan
|
Dibaca : 291 Kali
 
BALIKPAPAN - Ditolaknya program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online masih menjadi pro dan kontra. Padahal lewat sistem yang terintegrasi, akurat, dan transparan ini bisa menghindari praktik “siswa titipan” yang kerap kali dilakukan oknum pejabat.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Syukri Wahid yang diwawancarai Kaltim Post masih kukuh dengan pendapat bahwa legislatif bukan menolak PPDB online, melainkan waktunya yang belum tepat. Selain itu, katanya, sistem ini rawan diganggu oleh hacker atau peretas.

“Bayangkan saja jika ada ribuan calon peserta didik yang masuk secara bersamaan, sangat rawan sekali dimasuki peretas. Sempurnakan dulu lah sistem online itu,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut dapat terjadi mengingat kemungkinan traffic yang sangat tinggi saat input data siswa yang akan mendaftar. Kemudian mesti ada jaminan dari pihak operator atas akses internet untuk mendukung PPDB online.

“PPDB online di Jakarta terdapat banyak pertanyaan, protes, dan luapan amarah masyarakat. Kita tidak mau Balikpapan seperti itu karena kita belum siap,” tuturnya.

Selanjutnya, pihaknya berharap, sistem PPDB online tidak akan mengganggu kebijakan daerah dari tahun ke tahun khususnya untuk PPDB jalur Bina Lingkungan (BL) dan Keluarga Miskin (Gakin).

“Kami harap Disdik tidak hanya melihat dari satu sudut pandang. Jika sistem online tidak ada masalah maka sangat bagus. Tapi aplikasi online belum mengenal BL dan Gakin. Jika Disdik bisa menjawab hal itu, tentu kami akan mengutamakan jalur BL dan Gakin yang sudah jelas ada Perwali-nya sejak era Pak Imdaad Hamid,” tandasnya.

Kemudian, lanjut Syukri, sampai saat ini belum ada jaminan bahwa PPDB online bisa menutup celah siswa titipan. Itu dibuktikannya saat mengamati presentasi yang dilakukan PT Telkom Indonesia terhadap input nilai rapor siswa ke data Sistem Informasi Aplikasi Pendidikan (SIAP) online belum lama ini.

“Tidak semua berjalan dengan sistem, masih ada celah di sana, di mana harus dilakukan dengan manual. Artinya kemungkinan praktik siswa titipan masih ada.  Kebocoran bisa terjadi saat input data dilakukan,“ ungkapnya.(*/tka/tom/k2)
 
 
 
     
 
 
 
 
 
 


 

KALTIM POST

Harian Pagi Pertama dan Terbesar di Kalimantan Timur
Alamat Redaksi: Gedung Biru Jl. Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan (76126), Telp (0542)735359-732158, Fax (0542)735242. Email Redaksi: redaksi@kaltimpost.net
Alamat Iklan: Jl. Jendral Sudirman No.86 Markoni Balikpapan (76114), Telp (0542)736459-737059, Fax (0542)730353.
Kantor Samarinda: Kompleks Mahakam Square Jl. Untung Suropati Blok B No.5A, Telp (0541)272000.