Senin, 24 November 2014

Anak Bermain Peran

Bantu Siap Bersekolah, Kembangkan Imajinasi Anak
RUBRIK | Minggu, 23 Februari 2014 | dibaca: 374 kali
BERMAIN peran adalah permainan yang baik untuk pembelajaran dan pengembangan kemampuan anak-anak. Permainan ini bisa disesuaikan perkembangan usianya. Misalnya anak sudah bisa memegang sebuah balok dan berpura-pura menganggapnya sebagai kamera atau jika dia menyelimuti boneka beruangnya agar hangat, itu artinya mereka menunjukkan tingkat perkembangan penting! Jangan dianggap sepele.
 
Bermain peran sering kali disebut bermain pura-pura, permainan imajinatif, bermain drama yang sudah mampu dilakukan anak usia 15-18 bulan. Bermain peran, sering kali dilakukan anak perempuan. Salah satunya dengan bermain sekolah-sekolahan. Salah satunya akan ada yang berpura-pura untuk menjadi guru dan lainnya menjadi murid.
 
Menurut psikolog ROCK Ministries Balikpapan Yanti Manginteno, S.Psi, permainan seperti sekolah-sekolah memberikan dampak yang positif. Karena, tak hanya bermain anak diberikan edukasi. “Bermain peran sekolah-sekolahan, juga membuat anak lebih siap bersekolah. Apalagi bagi anak yang masih belum bersekolah. Bermain memberinya pengenalan mengenai sekolah dan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas,” ucapnya.
 
Dengan memberikan simulasi bagaimana suatu sekolah, anak tentu akan lebih penasaran dan mengerti bagaimana ketika memasuki sekolah. Selain itu, anak juga diberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat dengan profesi sebagai guru. Anak pun, tambahnya, akan lebih mudah beradaptasi ketika menghadapi suasana belajar di dalam kelas.
 
Di dalam kelas yang disimulasikan anak dapat mengenal beragam benda yang terdapat dalam ruangan kelas dengan begitu membantu pula proses mengingatnya. Baiknya, orangtua juga mengikuti apa yang dilakukan si anak. Apalagi jika ia meminta untuk bermain sekolah-sekolahan.
 
Tidak hanya membantu mengenalkan beragam benda yang ada di dalam kelas, membantu meningkatkan konsentrasi, atau menambah kosakata baru, tetapi juga memberikan semangat positif pada anak sehingga ia semakin semangat untuk berangkat ke sekolah. “Anak akan belajar mengamati, meniru, dan mengingat. Sehingga anak akan lebih kreatif dan antusias, serta mengasah kemampuan komunikasinya,” tutur Yanti.(*/yin/rsk/k7)