Sabtu, 1 November 2014

Sinergi Berantas Peredaran Narkoba

KALTIM | Jumat, 14 Maret 2014 | dibaca: 156 kali
TANA PASER – Puluhan siswa dari sejumlah SMA di Batu Sopang antusias mengikuti seminar seminar pencegahan kenakalan remaja dan bahaya narkoba yang digelar jajaran pengurus kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK-KNPI) Batu Sopang dan Gerakan Pemuda Anti Narkoba dan Tawuran (Gapenta) di aula SMA Batu Kajang, Selasa (11/3) hingga Rabu (12/3).
 
Kegiatan yang didukung Polsek, Satresnarkoba Polres Paser, Koramil 08/0904 Batu Kajang, PT Petrosea dan Klinik Kusuma itu dimaksudkan untuk mengurangi banyaknya persoalan kenakalan dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan remaja.
 
Kegiatan tersebut mendatangkan 3 pemateri, yakni Kasat Satresnarkoba Polres AKP Boney Wahyu, Danramil Batu Kajang Lettu Inf Irsan U Nasution, dan dr Lengkung Kusumo pimpinan Klinik Kusuma.
 
AKP Boney Wahyu menyampaikan materi undang-undang dan hukum narkoba bagi para pelakunya. Lettu Inf Irsan U Nasution didapuk memberikan materi menanamkan jiwa bela Negara. Sementara dr  Lengkung Kusumo menyampaikan materi dampak narkoba terhadap penyebaran HIV/AIDS.
 
Ghafuri, ketua PK-KNPI Batu Kajang sekaligus ketua pelaksana mengatakan, penyuluhan terkait bahaya narkoba dan kenakalan remaja kepada siswa dirasa sangat penting. Pasalnya, saat ini marak aksi kekerasan dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan remaja di Tanah Air.
 
“Kami sangat prihatin banyak remaja yang terjerumus sebagai pengguna narkoba. Kami berharap kegiatan ini berdampak positif karena usia remaja adalah masa coba-coba hal baru sehingga lebih mudah tergoda merasakan kenikmatan sesaat narkoba,” beber Ghafuri.
 
Senada, Boney Wahyu mengungkapkan, penyuluhan dan seminar merupakan langkah yang cukup efektif untuk membentengi siswa dari bahaya narkoba. Seperti diketahui, peredaran narkoba di Paser masih cukup menghawatirkan. Ini terbukti dari beberapa pengungkapan yang dilakukan jajaran kepolisian dan masyarakat yang masih terbilang cukup tinggi. Selama beberapa bulan terakhir, puluhan orang masuk penjara karena terjerat narkoba. (nan/ind)