Sabtu, 30 Agustus 2014

Pasrah Tidak Lolos

Keputusan KPU Kaltim Dinilai Subjektif
SAMARINDA | Senin, 17 Maret 2014 | dibaca: 197 kali
SAMARINDA - Nama-nama komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda periode 2014-2019 telah diumumkan. Dari lima komisioner itu, hanya ada satu wajah lama, yakni Ramaon Dearnov Saragih. Sementara empat komisioner terpilih lainnya, Dwi Haryono, Iman Ardiansyah, Mukhasan Ajib, dan Trie Wahyuni. Di luar dugaan, mantan Ketua KPU Samarinda Syarifuddin  Tangalindo dan Ketua Panwaslu Samarinda Asmadi Asnan tidak lolos lima besar. Keduanya menempati daftar cadangan setelah finish di urutan 8 dan 9. Dikonfirmasi hal tersebut, Syarifuddin  pasrah dengan hasil seleksi lima besar komisioner KPU Samarinda. Menurut dia, hal itu merupakan kewenangan KPU Kaltim. Dia menilai, peringkat itu bukan menggambarkan kemampuan, melainkan faktor suka dan ketidaksukaan komisioner KPU Kaltim.

“Jadi, bukan berarti peringkat enam sampai sepuluh itu tak memiliki kemampuan. Walaupun itu (keputusan, Red.) subjektif,  tapi saya tidak meragukan kapasitas lima komisioner terpilih. Saya kira mereka memang layak masuk,” kata Syarifuddin , kemarin (16/3). Dia berharap kepada komisioner terpilih segera menjalankan tugas melaksanakan tahapan pemilu di Kota Tepian dengan baik. Hal senada diutarakan Asmadi Asnan, ketua Panwaslu Samarinda yang juga ikut seleksi tapi tidak lolos. Ia menerima keputusan tersebut. “Pasti ada pertimbangan. Mau tidak mau, ya harus menerima. Belajar mendewasakan diri,” ucap Asmadi. Mengenai posisi komisioner KPU Samarinda periode 2014-2019 yang didominasi wajah baru, dia berpesan agar proses belajar dan penyesuaian diri dilakukan dengan cepat. Anggapan bahwa dirinya tidak terpilih menjadi komisioner KPU karena dikhawatirkan mengganggu kinerja Panwaslu yang dia pimpin, Asmadi mengatakan, itu alasan tidak masuk akal. “Undang-undang tidak melarang. Sebelum mendaftar, saya juga sudah izin dengan Bawaslu Kaltim,” ujarnya. (*/ril/kri/k8)