Jumat, 28 November 2014

Guru Cabul Terancam Pecat

Disdik Serahkan Kasus SBI ke Polisi
KALTIM | Kamis, 20 Maret 2014 | dibaca: 155 kali
TANA PASER  -  Kasus pencabulan yang dilakukan SBI (26), guru honor SD Muara Adang terhadap muridnya, menjadi tamparan keras Dinas Pendidikan Paser. Saat dikonfirmasi kemarin, Kadisdik H Shafruddin mengatakan jika sudah masuk ke ranah hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya terhadap proses yang berlaku di Indonesia.
 
Namun demikian, Shafruddin mengaku belum mendapat laporan resmi namun sudah memerintahkan stafnya untuk melakukan kroscek kebenaran kabar tersebut.
 
“Kami tidak bermaksud melindungi dan menutup-nutupi. Namun duduk masalahnya kami belum tahu. Terkait kabar tersebut, saya sudah memerintahkan sekretaris mengeceknya,” jawab Shafruddin melalui pesan singkat.
 
Ditambahkan pria berkaca mata itu, jika memang sudah masuk kategori pidana, berarti sudah di luar kewenangan dinas dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian jika memang ada pihak yang keberatan dan melapor ke polisi.
 
Namun demikian, jika memang sudah ada keputusan bersalah, pihaknya tak akan lepas tangan dan akan melakukan tindakan kepada oknum guru tersebut. “Kalau seperti itu pasti kami akan sikapi,” tegas Shafruddin.
 
Sementara itu, berbagai reaksi ditunjukkan masyarakat terkait kasus pencabulan yang dialami Kembang, murid kelas VI SD Muara Adang. Sebagian warga meminta Dinas Pendidikan bertindak tegas melakukan pemecatan secara tidak hormat kepada SBI. Namun beberapa masyarakat juga meminta dinas untuk menunggu hasil inkracht pengadilan, apakah SBI terbukti bersalah atau tidak.
 
“Harus menjadi perhatian, karena guru harusnya memiliki moral yang baik dan tak selayaknya berbuat seperti itu (pencabulan),” kata Rusdiansyah, wartawan salah satu buletin lokal Paser kepada media ini.
 
Disebutkan kasus ini juga harus menjadi perhatian bagi orang tua untuk lebih waspada terhadap anaknya dan jangan melepaskan begitu saja pengawasan kepada pihak sekolah.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, SBI,  guru honor ditangkap polisi setelah disangka melakukan pencabulan kepada Kembang,  salah satu muridnya. SBI awalnya mengelak namun beberapa saksi memberikan keterangan yang cukup detail termasuk saat merayu Kembang dengan modus cek kesehatan di ruang UKS.
 
SBI kini menjadi pesakitan, setelah polisi menjeratnya dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2012 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (nan/ind/k13)