Senin, 24 November 2014

Tenggelam pada Malam Tahun Baru

UTAMA | Selasa, 01 Januari 2013 | dibaca: 864 kali
SAMARINDA – Banjir benar-benar menjadi momok sebagian masyarakat Samarinda. Bahkan pada malam pergantian tahun pun, Senin (31/12), sejumlah warga harus membakar jagung di atas genangan.

Kota Tepian pada siang hingga sore kemarin diguyur hujan. Warga Jalan Lambung Mangkurat, RT 09, misalnya, memilih merebus jagung untuk merayakan tahun baru.

Astanti, warga RT 09 mengatakan, banjir sudah menjadi tradisi usai hujan. Rumah yang ditempati bersama ketiga anak dan suaminya digenangi air setinggi betis dewasa. Lantai kayu rumahnya pun tergenang. “Airnya masuk lewat kolong rumah,” ucapnya, pasrah.

Ini bukan malam tahun baru pertama ketika banjir melanda. Tahun sebelumnya, rumah sewaan yang mereka tempati juga tergenang. Bahkan Idulfitri lalu, keluarga Ramliansah merayakannya bersama banjir di dalam rumah.

“Mau tidak mau, kalau hujan pasti banjir,”