Kesemrawutan Pelabuhan Semayang bukan saja nampak di bagian depan. Akan tetapi juga kental terasa di bagian dalam. Tak hanya masyarakat yang mengeluh, namun juga dari kalangan pengusaha.
SEJUMLAH uneg-uneg mengenai ketertiban di Pelabuhan Semayang, tumpah di forum diskusi Pelabuhan Semayang yang digelar oleh kantor Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Semayang Balikpapan, di aula KP3 Selasa (13/1) kemarin.
Salah satu peserta yang mengutarakan keluhan ialah Manager PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Balikpapan, Agus Purnomo. Menurutnya, wilayah pelabuhan mestinya jadi wilayah terbatas. Hanya orang-orang yang memiliki ID card (tanda pengenal) dan penumpang kapal yang boleh masuk.
Tujuannya agar ketertiban dan keamanan dapat terjaga dengan baik. “Saya lihat di Pelabuhan Semayang banyak calo, asongan dan pemancing ikan. Semuanya bebas berkeliaran di dalam pelabuhan,” kata Agus.
Ia menyarankan agar pihak PT Pelindo sebagai operator pelabuhan menertibkan Pelabuhan Semayang. Karena selama ini, banyak orang tidak dikenal keluar masuk wilayah pelabuhan. Khawatirnya tindak kriminal akan terjadi di pelabuhan dan merugikan semua pihak.
Dalam diskusi ini, beberapa peserta mengakui keadaan Semayang semakin semrawut. Dermaga sering menjadi tempat menumpuk peti kemas. Pedagang asongan sering naik ke kapal, orang mancing semakin ramai dan tambah berani.
“Bahkan kalau malam, para pemancing ini berani matikan lampu di dermaga,” kata Agus.
Menanggapi keluhan ini, Manager PT Pelindo Semayang Iwan Syarifudin berjanji akan menertibkan. Ia dan pihak Administrasi Pelabuhan (Adpel) bekerja sama untuk menertibkan barang dan orang yang berada di wilayah pelabuhan.
Hal senada juga diungkapkan Kepala KP3 Semayang AKP Kifli S Supu. Menurutnya, menertibkan pelabuhan merupakan pekerjaan rumah atau PR KP3 di awal 2009 ini. Namun demikian, perlu kerja sama antara pengguna pelabuhan dan operator pelabuhan serta pihak keamanan.
“Awal tahun ini kami berkomitmen akan menertibkan Pelabuhan Semayang. Karena selama ini juga banyak SMS melalui hotline (sambungan langsung, Red) ke kami yang mengeluhkan kondisi pelabuhan yang masih semerawut,” kata Kifli.
Forum diskusi yang dimulai pukul 09.00 Wita ini, dihadiri oleh beberapa pejabat instansi penting dan pihak swasta. Diantaranya Kepala Kantor Bea Cukai Iskandar Tarigan, Kepala Cabang PT Pelni Indardjo Setiadji, Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) HM Nurdin, Ketua Forum Komunikasi Pengemudi Angkot Balikpapan (Forkopab) M Jafar, Ketua DPW Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Ahmad Rasidi dan perwakilan agen tiket serta jasa layanan ekspedisi lainnya. (*/jaz)