Jum'at, 03 September 2010
 
  Hot Topics : Ekonomi - Utama
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD   
Mahkamah Agung (MA) langsung pasang badan terkait pemberian grasi kepada mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim Syaukani Hassan Rais yang menimbulkan sorotan beberapa kalangan
   
Sabtu, 31 Januari 2009 , 10:15:00

SAMARINDA - Hasil riset dari Departemen Kesehatan (Depkes) Kaltim termasuk dalam kelompok 19 provinsi bermasalah dengan gizi buruk. Menghadapi kondisi ini Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta Dinas Kesehatan kabupaten/kota berkoordinasi dengan puskesmas dalam melakukan pemantauan dan upaya peningkatan anggaran kesehatan pada APBD 2009.

“Di Kaltim memang masih ada kantong-kantong daerah yang terpencil dan minim akan saluran makanan bergizi. Seperti di pedalaman dan perbatasan. Kemungkinan, dari merekalah Depkes mendapatkan hasil riset yang menunjukkan Kaltim masuk dalam 19 provinsi memiliki kasus gizi buruk,” ujarnya, kemarin.

Sebelumnya, hasil riset Depkes ini menunjukkan sebagian provinsi masih memiliki prevalensi gizi buruk dia atas normal. Yakni, Nangroe Aceh Darussalam (NAD), NTT, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku. Sementara Kaltim, termasuk dalam kategori provinsi yang memiliki kasus gizi buruk dan kurang gizi yang tinggi.

“Antisipasi pertama adalah dengan segera membentuk badan pengelola perbatasan. Badan inilah yang nantinya memonitor semua kejadian yang terjadi di daerah. Termasuk dengan titik-titik masyarakat yang terkena gizi buruk,” ujarnya.

Setelah badan pengawas itu terbentuk, Faroek juga berjanji untuk meminta koordinasi dari Diskes kabupaten/kota. Termasuk dengan peningkatan peran puskesmas, terutama di daerah terpencil.

“Tak hanya berfungsi 24 jam, di puskesmas ini juga akan ditingkatkan jumlah tenaga dokternya, yakni dua dokter tiap puskesmas. Puskesmas ini harus aktif memberikan informasi makanan bergizi pada warga,” ujarnya.

Selain itu, Faroek juga mengimbau agar kabupaten/kota menyediakan susu untuk dibagikan pada anak usia sekolah dasar (SD) kelas 1, 2, dan 3. Mekanisme pembagiannya diserahkan pada Diskes. “Imbauan ini akan kami teruskan ke semua kabupaten/kota,” jelasnya.

Untuk tenaga dokter di puskesmas, Faroek kini tengah menjalin kerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk pengisi tenaga dokter umum di puskesmas daerah, dan dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Indonesia (UI) untuk tenaga spesialisnya.

Selain itu, Faroek mengaku akan berupaya meningkatkan anggaran bidang kesehatan naik hingga 5 sampai 10 persen. “Sebenarnya, kesehatan dan pendidikan itu sektor yang sama-sama penting. Kalau bisa, keduanya harus ditingkatkan. Yang jelas, pada 2009 ini pelayanan kesehatan harus merata. Tidak hanya di kota besar, tapi juga di daerah terpencil. Semuanya harus merata,” tegasnya.

Sebagai perbandingan, sudah 19 kasus gizi buruk selama 2008 yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie. Mirisnya, hampir tiap bulan ditemukan kasus gizi buruk. Bahkan ada yang dalam satu bulan terjadi 6 kasus. Rinciannya yakni pada Januari 3 kasus, pada Februari 1 kasus, pada Maret 6 kasus, April 1 kasus, Mei 1 kasus, Juni 1 kasus, Juli 1 kasus, Agustus nihil, September 3 kasus, Oktober nihil, November 2 kasus, dan Desember nihil.

“Kasus ini bukan hanya dari Samarinda, tetapi rujukan kasus gizi buruk dari beberapa kabupaten/kota,” ujar Nurliana, humas RSUD AW Sjahranie yang merupakan rumah sakit pemerintah rujukan tertinggi di Kaltim itu. (*/che)
 
 
Komentar Anda mengenai berita "Gubernur Minta Diskes Proaktif"
 
   
 
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
Catatan: Dahlan Iskan  SUDAH tiga kali saya Idulfitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. Dua hari berturut-turut saya ke Masjid Niu ...
Other
 
Kolom Zainal Muttaqin
Peduli Balikpapan
Catatan: Zainal Muttaqin   JANGAN berharap kaya dengan menjadi wali kota, karena memang tidak mungkin. Saya sudah merasakan sendiri. Demikian diungkapkan oleh T ...
Other
 
Kolom Redaksi
Eksodus ‘Kemiskinan’
MARHABAN ya Ramadan. Puji syukur kehadirat Allah SWT, kita umat muslim masih diberi kesempatan bertemu bulan yang penuh berkah. Bulan yang lebih mulia dari seribu bulan lai ...
Other
 
Kolom Pembaca
Perbatasan
Perbatasan tampaknya menjadi tema sentral belakangan ini. Dinamika dan kompleksnya permasalahan, membuat selalu dibicarakan, didiskusikan, diteorikan, diberitakan dan dijad ...
Other
 
Home Utama Balikpapan Samarinda Pro Kaltim Special Nasional Ekonomi Kaltim Rubrik Olahraga Hiburan
Our Network
JAWA - BALI - NUSATENGGARA: Jawa Pos - Rakyat Merdeka - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Lombok Post - Timor Ekspress - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten SUMATERA: Batam Pos - Sumatera Ekspres - Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Tuba - Radar Palembang - Rakyat Lampung - Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos - Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos KALIMANTAN: Pontianak Post - Equator - Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao SULAWESI: Fajar -Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Manado Post - Gorontalo Post - Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres MALUKU: Malut Post - Ambon Ekspres IRIAN: Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika MAJALAH:Tabloid Nurani - Oto Trend - Tabloid Nyata NEWS PORTAL: MyRMNews - Sumut Cyber - Riau Today - Batam Cyberzone KALTIMPOST GROUP: Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng RADIO PORTAL: KaPe FM - RT FM