Sabtu, 11 September 2010
 
  Hot Topics : Ekonomi - Utama
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD   
Mahkamah Agung (MA) langsung pasang badan terkait pemberian grasi kepada mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim Syaukani Hassan Rais yang menimbulkan sorotan beberapa kalangan
   
Kamis, 31 Desember 2009 , 10:12:00

BUKAN BISNIS SEMATA: Setelah bekerja asama dengan Kura-Kura Aviation, Airvan yang dikelola MBS bisa dapat laba sebelum audit Rp 500 juta-Rp 600 juta.
BULAN Mei 2010 mendatang, sudah 3,5 tahun Sabri Ramdhany menjabat Dirut Perusda Melati Bhakti Satya (MBS), sekaligus akan mengakhiri masa baktinya. Pertanyaan yang muncul, apa saja  yang sudah dicapai, dan bagaimana  prospek perusda MBS  ke depan?

“Jika ukurannya saat awal bertugas dan hasil yang dicapai 3 tahun terakhir ini, ya relatif jauh lebih maju. Tapi, jika ditanya soal kepuasan, saya belum puas. MBS masih perlu waktu untuk lebih berkembang lagi. Tiga tahun ini upaya meletakkan pondasi awal penguatan perusda, itu sudah dapat dicapai,” kata Direktur Utama (Dirut) Perusda MBS Sabri Ramdhany ketika ditanya media ini, kemarin petang.

Ditanya kemungkinan meneruskan jabatan dirut MBS periode kedua setelah Mei 2010 nanti, menurut Sabri, tergantung penilaian pihak-pihak berkepentingan. “Jika masih dipercaya, saya siap. Tapi jika sudah dianggap tidak mampu berkembang, saya juga siap mengakhirinya,” tandasnya yang bertekad awal mengelola perusda MBS tidak membebani APBD, dan juga tidak mengalami kerugian.

Sabri yang sedang menyelesaikan kandidat doktor studi ekonomi makro dari Universitas Airlangga Surabaya ini mengawali tugasnya menyaksikan MBS sedang terlilit banyak masalah. “Kesiapan awal memimpin perusda MBS kala itu, karena saya pernah bekerja di BUMN, juga sudah terjun praktik sebagai pengusaha, tinggal mencari kiat dan memadukan peluang yang ada,” cerita Sabri yang tinggal di Balikpapan ini.

Masalah berat internal MBS kala itu, tidak lain terkait penyelesaian kasus hukum pembelian 4 pesawat GA8 Airvan kapasitas 8 tempat duduk dari Australia. Pesawat itu tidak dapat beroperasi, sekaligus tidak menghasilkan apa-apa bagi perusda. Unit usaha lainnya, seperti  devisi pariwisata, devisi jasa umum  berupa usaha  percetakan dan pengelolaan parkir juga belum menunjukkan tingkat  pendapatan yang memadai.

Modal perusda MBS saat itu sebesar Rp 32,5 miliar, terdiri modal dasar Rp 5 miliar dan sisanya Rp 27,5 miliar merupakan pembelian 4 pesawat Airvan. Masalahnya, modal dasar Rp 5 miliar itu pun disita aparat hukum terkait penyelesaian kasus hukum pembelian pesawat Airvan itu. Dapat dibayangkan jika modal dasar perusda saja ternyata tidak dapat dimanfaatkan dan bermasalah, betapa rumitnya manajemen baru mengambil langkah-langkah.

Walau demikian, berbekal pengalaman sebagai pengusaha dan kerja di BUMN, Sabri harus mengambil langkah dan tidak boleh diam sekadar melihat masalah saja. Untuk memprbaiki imej dan citra perusahaan, Sabri segera membuat logo perusahaan dengan gambar seperti sayap-sayap terbang. Kemudian dia membenahi  kapasitas staf dan pegawai MBS,  membuka jaringan kerja dan peluang usaha, meningkatkan lobi dan komunikasi, memperbaiki sistem  pelaporan keuangan, dan lain-lain.

Semua masalah di perusda MBS harus diurai, dibenahi dan ditata ulang satu per satu. Dari hal kecil, sampai yang besar-besar.  “Bersyukur, tiga tahun ini dasar-dasar itu sudah relatif jelas dan terarah,” katanya.

Salah satu konsep yang dipakai memacu perusda MBS, lanjut Sabri adalah memperkenalkan dan melaksanakan nilai-nilai perusahaan, yakni aspek orientasi konsumen, pentingnya arti sebuah komunikasi, mendorong sikap profesional, membangun tim kerja yang kuat, memperhatikan reward dan tegaknya integritas.

Apa saja kemajuan yang sudah dicapai perusda MBS tiga tahun terakhir ini? Fakta yang terungkap, misalnya,  peningkatan penyertaan modal pemda untuk perusda MBS dari Rp32,5 miliar, sekarang menjadi Rp3 triliun. “Peningkatan penyertaan modal pemda  Rp3 triliun itu telah disetujui melalui Perda No 18/2008, tanggal 15 Desember 2008 lalu. Ini dukungan yang bagus untuk pengembangan MBS,” katanya.

Selain itu, terbukanya peluang  pemanfaatan aset Kaltim seperti Hotel Pandurata di Jakarta, pemanfaatan lahan Pusat Studi Islami Balikpapan, Kawasan Industri Kariangau di Balikpapan dan lain-lain melalui kerja sama bagi hasil dan saling menguntungkan. “Terbukanya  kerja sama  usaha dengan memanfaatkan aset daerah melalui  perusda MBS,  maka praktis membuka peluang yang lebih besar bagi MBS melaksanakan visi, misi  dan strategi perusahaan secara otimal,” ucapnya.

Mengenai  pengoperasian pesawat Airvan dan usaha divisi transportasi, Sabri mengakui memerlukan perhatian dan menyedot energi luar biasa. Pembenahan, koordinasi dan lobi-lobi perlu dilakukan secara intensif, termasuk penggalian sumber dana. “Ingat, penerbangan Airvan untuk warga pedalaman, perbatasan ini membawa misi pembangunan, tidak bisa dilihat murni bisnis. Di sisi lain, operasional pesawat perlu dana besar. Di sini perlu koordinasi dan lobi, MBS tidak bisa jalan sendiri,” ujarnya.

 Buah penataan itu,  menurut Sabri, sudah menampakkan hasil.  Misalnya,  pengalihan kerjasama  penerbangan dari PT DAS ke Kura-Kura Aviation, termasuk memperbaiki isi perjanjian. “Melalui kerja sama dengan manajemen Kura-Kura Aviation, jasa usaha transportasi  dengan pengoperasian pesawat Airvan telah mampu menghasilkan laba  sebelum diaudit mencapai Rp500-600 juta tahun 2009 ini,” kata Sabri.

Penerbangan Airvan tahun 2010 khususnya untuk warga pedalaman dan kawasan terpencil, menurutnya, layak diteruskan, namun tetap perlu  subsidi dana dari Pemprov, kabupaten dan kota. “Kita juga perlu  mengembangkan kawasan pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus memacu  ekonomi rakyat Kaltim yang jauh di pedalaman dan perbatasan itu. Infrastruktur penerbangan seperti peningkatan kualitas bandara perintis  dan jasa usaha penerbangan sangat penting sekali dibenahi. Mimpi kita perusda MBS mampu menyetor ke kas daerah ratusan miliar ke atas, bukan hanya ratusan juta setahun. MBS tidak ingin membebani APBD dan tidak ingin merugi,”  tandas Sabri lagi. (sofyan masykur).
 
 
Komentar Anda mengenai berita "Mampu Setor Rp 500 Juta, Penyertaan Modal Naik Rp 3 Triliun"
 
   
 
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
Catatan: Dahlan Iskan  SUDAH tiga kali saya Idulfitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. Dua hari berturut-turut saya ke Masjid Niu ...
Other
 
Kolom Zainal Muttaqin
Mantau Blue Sky
Oleh: Zainal Muttaqin   HARI-HARI ini jajaran manajemen dan karyawan Hotel Blue Sky Balikpapan melakukan serangkaian kegiatan sosial menyambut hari ulang tahunnya ya ...
Other
 
Kolom Redaksi
Eksodus ‘Kemiskinan’
MARHABAN ya Ramadan. Puji syukur kehadirat Allah SWT, kita umat muslim masih diberi kesempatan bertemu bulan yang penuh berkah. Bulan yang lebih mulia dari seribu bulan lai ...
Other
 
Kolom Pembaca
Ganyang Malaysia
Akhir-akhir ini kalimat itu sering sekali diungkapkan. Tapi apakah kita mampu mengganyang Malaysia? Saya teringat apa yang dikatakan Jepang ketika mereka mendapat “ ...
Other
 
Home Utama Balikpapan Samarinda Pro Kaltim Special Nasional Ekonomi Kaltim Rubrik Olahraga Hiburan
Our Network
JAWA - BALI - NUSATENGGARA: Jawa Pos - Rakyat Merdeka - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Lombok Post - Timor Ekspress - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten SUMATERA: Batam Pos - Sumatera Ekspres - Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Tuba - Radar Palembang - Rakyat Lampung - Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos - Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos KALIMANTAN: Pontianak Post - Equator - Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao SULAWESI: Fajar -Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Manado Post - Gorontalo Post - Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres MALUKU: Malut Post - Ambon Ekspres IRIAN: Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika MAJALAH:Tabloid Nurani - Oto Trend - Tabloid Nyata NEWS PORTAL: MyRMNews - Sumut Cyber - Riau Today - Batam Cyberzone KALTIMPOST GROUP: Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng RADIO PORTAL: KaPe FM - RT FM