JAKARTA – Sebanyak 30 orang dari Kedutaan Besar AS dan US Secret Service datang ke SDN Besuki 01 Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. Di sekolah tempat Presiden AS Obama menimba ilmu saat masih kecil itu, tim tersebut melakukan berbagai persiapan. Tidak ada satu pun di antara mereka yang bersedia memberikan keterangan kepada wartawan.
Sebagian anggota tim advance (pendahulu) itu mengenakan setelan jas. Lainnya memakai kemeja lengan panjang dan berdasi. Saat datang dengan mobil diplomatik kedutaan, mereka hanya tersenyum. Ahmad Solikin, wakil kepala SDN Besuki 01, mengatakan bahwa tim itu melakukan survei. ”Intinya, mereka mempersiapkan kedatangan Presiden Obama di sini,” katanya.
Solikin tidak bersedia memberikan banyak keterangan kepada wartawan. ”Ini sebenarnya tertutup untuk media,” ujarnya. Wartawan yang meliput juga tidak boleh masuk hingga pelataran sekolah. Aktivitas tim Secret Service itu hanya bisa diamati dari luar pagar.
Koran ini melihat, mereka memotret dan mewawancarai beberapa guru. Satpam juga dimintai pendapat. Tim itu didampingi staf dari Indonesia. Petugas Subden Intelijen Densus 88 juga datang ke lokasi, tanpa mengenakan seragam polisi.
Sebelumnya, sumber harian ini mengungkapkan, operasi pengamanan Obama merupakan tanggung jawab Grup C Paspampres TNI. Namun, petugas AS juga meminta informasi dan bantuan dari Densus 88 Mabes Polri terkait dengan isu terorisme.
Secara terpisah, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Mabes Polri Irjen Pol Saleh Saaf memastikan, penjuru pengamanan tetap akan dikoordinasikan oleh TNI melalui Operasi Waskita (Operasi Pengamanan Kepala Negara). Menurut Saleh, sudah ada prosedur standar operasi untuk pengamanan tamu VVIP setingkat kepala negara. ”Nanti TNI yang di ring satu dan ring dua, Polri melakukan backup,” jelasnya.
Saleh menambahkan, pengamanan Obama merupakan pengamanan khusus dan tidak biasa. Menurut dia, biasanya pengamanan tersebut melibatkan pejabat-pejabat yang ditunjuk untuk bekerja sama menangani operasi tersebut. Mereka juga bekerja sama dengan aparat keamanan yang dibawa oleh tamu negara.
Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen menjamin, pengamanan Obama dilakukan secara profesional oleh Paspampres. ”Semua tamu negara harus kita hormati dan kita lindungi dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Sagom menyatakan belum tahu persiapan secara detail Paspampres. ”Itu berada di wilayah teknis, tidak perlu disampaikan ke publik,” ujarnya. Sumber di lingkungan Paspampres menyebut, anggota tim pengamanan Obama sudah dipilih. ”Seleksinya dilakukan di Lawanggintung, Bogor,” kata perwira muda itu. (rdl/ind/jpnn/iro)