Selasa, 07 September 2010
 
  Hot Topics : Ekonomi - Utama
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD   
Mahkamah Agung (MA) langsung pasang badan terkait pemberian grasi kepada mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim Syaukani Hassan Rais yang menimbulkan sorotan beberapa kalangan
   
Senin, 08 Februari 2010 , 06:03:00

JAKARTA   -  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mendukung wacana single salary system yang dilontarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, syaratnya, gaji aparatur harus disesuaikan. Sebab, sistem itu membuat pegawai pemerintah tak boleh menerima honor sama sekali.

"Single salary system nggak apa-apa diterapkan. Tapi, harus dipikirkan kesejahteraannya," kata Gamawan di Jakarta kemarin (7/2). Sebab, pemberlakuan sistem itu akan membuat aparat pemerintah hanya mengandalkan gaji untuk hidup. Padahal, menurut dia, gaji aparat minim. "Karena itu, honor diberikan sebagai kompensasi atas gaji yang terbatas," katanya.

Menurut Gamawan, honor membuat aparat tak hanya mengandalkan gaji. Mereka bisa mendapat tambahan income dari honor-honor tersebut. Apalagi, honor adalah pemberian sebagai tanda kehoramatan. "Honor itu kan dari kata honorable (kehormatan, Red.). Misalnya, saya menjadi pembicara kemudian mendapat honor. Itu kan diperbolehkan," tuturnya.

Gamawan mengatakan, honor sebagai kompensasi gaji itu tak hanya untuk daerah. Di pusat juga demikian. Honor diberikan karena gaji pejabat negara tak sebanding dengan kapasitas mereka. "Ini tak hanya berlaku di daerah. Tapi juga di pusat," ujar mantan Gubernur Sumatera Barat itu.

Karena itu, kata Gamawan, kisruh honor Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) harus dilihat secara menyeluruh. Sebab, honor itu diberikan dengan mempertimbangkan posisi pejabat daerah. Apalagi, honor tersebut diberikan melalui mekanisme penganggaran di DPRD dan diperiksa BPK dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Ini mesti dilihat secara holistik," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M Jasin berharap Gamawan menerapkan pola pemberian honor dengan single salary system. Sebab, Gamawan pernah menerapkan sistem penggajian tunggal saat menjadi Bupati Solok, Sumatera Barat. Dia menghapuskan semua honor.

Jasin mengakui, honor merupakan upaya untuk menyiasati rendahnya gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, menurut dia, tidak berarti honor boleh diterima. Sebab, potensi pemborosan negara pada penerimaan honor sangat besar. Yang paling baik, menurut Jasin, adalah dengan renumerasi. Yakni, kenaikan gaji berdasarkan capaian reformasi birokrasi. "Kalau hanya sekadar naik gaji, tidak signifikan," tambahnya.

Jasin mengatakan, KPK pernah melakukan penelitian tentang pemda yang melakukan sistem penggajian dan pemberian honor yang mengacu pada pola single salary system. Kabupaten Solok, kata Jasin, merupakan pemda terbaik dalam menerapkan pola tersebut. "Waktu itu Bupatinya masih Pak Gamawan," katanya.(aga/iro/jpnn)
 
 
Komentar Anda mengenai berita "Mendagri Minta Gaji Dinaikkan"
 
   
 
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
Catatan: Dahlan Iskan  SUDAH tiga kali saya Idulfitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. Dua hari berturut-turut saya ke Masjid Niu ...
Other
 
Kolom Zainal Muttaqin
Mantau Blue Sky
Oleh: Zainal Muttaqin   HARI-HARI ini jajaran manajemen dan karyawan Hotel Blue Sky Balikpapan melakukan serangkaian kegiatan sosial menyambut hari ulang tahunnya ya ...
Other
 
Kolom Redaksi
Eksodus ‘Kemiskinan’
MARHABAN ya Ramadan. Puji syukur kehadirat Allah SWT, kita umat muslim masih diberi kesempatan bertemu bulan yang penuh berkah. Bulan yang lebih mulia dari seribu bulan lai ...
Other
 
Kolom Pembaca
Perbatasan
Perbatasan tampaknya menjadi tema sentral belakangan ini. Dinamika dan kompleksnya permasalahan, membuat selalu dibicarakan, didiskusikan, diteorikan, diberitakan dan dijad ...
Other
 
Home Utama Balikpapan Samarinda Pro Kaltim Special Nasional Ekonomi Kaltim Rubrik Olahraga Hiburan
Our Network
JAWA - BALI - NUSATENGGARA: Jawa Pos - Rakyat Merdeka - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Lombok Post - Timor Ekspress - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten SUMATERA: Batam Pos - Sumatera Ekspres - Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Tuba - Radar Palembang - Rakyat Lampung - Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos - Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos KALIMANTAN: Pontianak Post - Equator - Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao SULAWESI: Fajar -Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Manado Post - Gorontalo Post - Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres MALUKU: Malut Post - Ambon Ekspres IRIAN: Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika MAJALAH:Tabloid Nurani - Oto Trend - Tabloid Nyata NEWS PORTAL: MyRMNews - Sumut Cyber - Riau Today - Batam Cyberzone KALTIMPOST GROUP: Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng RADIO PORTAL: KaPe FM - RT FM