PEMBAHARUAN: Usai dimandikan, para patung dewa diletakkan kembali di altar. Sementara Ci Deree tengah sibuk melipat kertas sembahyang (foto kanan).(thomas/kp)
BALIKPAPAN — Kesibukan menjelang perayaan Imlek 2561 terlihat di Klenteng Kwang Tee Miao, Pasar Baru, kemarin. Puluhan warga Konghucu menggelar ritual membersihkan patung para dewa dan bokor persembahyangan. Ini dilakukan seminggu sebelum Imlek atau pada 24-12-2560 tahun Cina.
Menurut juru kunci Wi Ko Kyat, pembersihan patung itu dilakukan dengan cara pemandian. Makna pemandian adalah sebagai untuk pembaharuan di tahun baru nanti. Itu dilakukan sesuai dengan ajaran umat Konghucu selama ini.
“Selama setahun ini, patung-patung dewa di altar ini tidak dibersihkan secara khusus. Begitu juga bokor tempat penancapan hio. Jadi kesempatan ini kita gunakan untuk bersih-bersih,” terang Ko Ali—sapaan akrabnya.
Patung-patung yang dimandikan tampak mengkilap. Tidak sampai di situ, usai pemandian, Ko Ali mengganti baju atau jubah patung dewa tersebut. Baju lama akan dibuang dan dimusnahkan dengan cara dibakar. Setelah ditutupi dengan pakaian, patung dikembalikan ke altar seperti semula. Beberapa aksesori seperti kalung manik-manik, tombak, lonceng kecil juga dipasang.
“Di bawah patung juga dialasi kertas sembahyang. Ini juga khusus dilakukan menjelang Imlek,” terang dia.
Usai ritual pembersihan patung dewa dewi dan tempat persembahyangan itu, agenda puncak Imlek akan dilakukan pada Sabtu (13/2) malam di mana akan banyak diikuti muda-mudi yang melaksanakan persembahyangan. Dan kemudian pada Minggu (14/2) pagi khusus bagi orangtua dan anak-anak.
Di sisi lain, kios penjualan alat perlengkapan persembahyangan juga tampak sibuk. Ci Deree misalnya, terlihat sedang melipat susunan kertas sembahyang hingga membentuk seperti bunga teratai. Itu akan dijual saat perayaan Imlek nanti.
“Satu susunan teratai ini dijual Rp 4.000. Ini rencananya dibuat sebanyak-banyaknya,” terang perempuan yang mengaku sudah 22 tahun berjualan perlengkapan sembahyang ini. Selain kertas sembahyang, ia juga banyak menyiapkan stok hio, dan lilin. Semuanya diperoleh dari toko yang ada di Kebun Sayur.
Dari pantauan Kaltim Post di sudut kelenteng lainnya, sudah berdiri enam lilin besar setinggi 1,5 meter khusus untuk Imlek. Empat lilin di kuil bawah, dan dua lilin di kuil atas. Kesibukan lainnya petugas mengecat bangunan kelenteng, dan tempat pembakaran kertas sembahyang. (tom)