|
Senin, 08 Februari 2010 , 08:26:00
GUDANG di Jalan Kulintang, Kompleks Prevab Samarinda itu tampak sepi Minggu (7/2) kemarin. Gudang ini sudah puluhan tahun digunakan untuk menyimpan mobil-mobil milik Pemprov Kaltim. Pintu gudang pagar besi berwarna orange terbuka seperempat, seukuran badan orang dewasa. Di bagian dalam gudang, puluhan mobil berbagai merek terparkir kurang rapi. Ada bus, Mitsubushi Colt, Ford Ranger, hingga Toyota Crown dan Land Cruiser (LC).
Mobil kategori wah diparkir di lokasi yang tertutup di bagian atasnya. Seperti LC dan Crown. Begitu juga dengan bus dan Ford Ranger. Di sisi kanan bagian belakang gudang bahkan ada garasi yang menyimpan tujuh mobil. Kurang jelas apa merek mobil yang ada di garasi terkunci itu. Karena, semuanya terbungkus dengan terpal plastik penutup mobil. Tak hanya mobil berplat merah, di gudang itu ada juga 11 mobil baru yang belum diberi nomor polisi.
Tapi sayang, mobil-mobil itu terlihat kurang dirawat. Seperti Toyota Crown dan LC yang ada kondisinya terlihat memprihatinkan. Mobil kategori mewah itu bodinya dipenuhi debu tebal. Tak hanya itu, mobil yang baru dibeli pun sepertinya dibiarkan begitu saja. Mobil diparkir di ruang terbuka, dan disusun seadanya. Yang telihat terawat hanya bus. Mungkin karena kendaraan itu paling sering digunakan.
Di pos jaga, saat itu hanya ada satu petugas Satpol PP Pemprov Kaltim. La Milai, namanya. Pria paruh baya itu sudah bertugas menjaga gudang tersebut sejak 1991. Menurut La Milai, mobil-mobil di tempat itu digunakan untuk mengantar jemput tamu pemprov. Jika tamu yang datang rombongan biasanya menggunakan bus yang tertulis Pemprov Kaltim di sisi kiri bodinya. Kalau hanya satu dua orang, menggunakan sedan atau jeep. “Di sini ada motor juga. Biasanya dipakai untuk antar-antar surat,” katanya.
Ketika ditanya berapa jumlah mobil di gudang itu, dia tak bisa menjawab. “Wah kita di sini cuma jaga, saya nggak tahu berapa banyaknya. Saya juga kurang paham jenis-jenisnya, tahunya mobil sedan gitu aja,” tuturnya, lantas tertawa kecil. Di gudang yang luasnya tak sampai 1 hektare itu, La Milai bertugas bersama lima rekan lainnya. Tugas jaga dibagi dua shift, 12 jam tiap shift.
Sementara itu, Syahrani pengawas gudang, yang rumahnya di dalam gudang itu juga mengaku, tak tahu pasti berapa jumlah mobil yang disimpan. Dia mengaku hanya memegang kunci dan mengeluarkan mobil ketika diminta Biro Umum Pemprov Kaltim. Dia menjelaskan, jika ada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ingin memakai mobil untuk mengantar tamu, sistemnya mengajukan pinjaman ke Biro Umum. Setelah itu, Biro Umum yang mempersiapkan mobil yang akan digunakan. “Kami hanya mengawasi mobil yang keluar dan masuk, dan pegang kuncinya. Itu aja,” kata pria yang sudah menjadi pengawas gudang sejak 2002 lalu.
Dari perhitungan kasar Kaltim Post, di gudang itu sedikitnya ada 60 unit mobil. Yakni, lima ambulans, delapan bus, dan 30-an mobil berbagai merek. Salah seorang sopir yang saat itu baru tiba di gudang itu mengatakan, kebanyakan mobil yang ada usianya sudah tua. Belum bisa diputihkan karena memang penggantinya belum ada. Bahkan, kata dia, mobil dinas yang dulu pernah dipakai mantan gubernur HM Ardans masih tersimpan.
“Mobilnya banyak yang tua. Kadang kalau antar tamu, mereka kadang nyindir Kaltim ini kaya tapi masak mobil untuk tamunya begini,” kata pria itu lantas meninggalkan harian ini. (far)
|