Selasa, 07 September 2010
 
  Hot Topics : Ekonomi - Utama
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD   
Mahkamah Agung (MA) langsung pasang badan terkait pemberian grasi kepada mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim Syaukani Hassan Rais yang menimbulkan sorotan beberapa kalangan
   
Senin, 08 Februari 2010 , 08:30:00


SAMARINDA- Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak akhirnya angkat bicara soal pembelian mobil dinas (mobdin) baru Toyota Land Cruiser (LC) yang diberikan kepadanya. Menurutnya, pengadaan kendaraan untuk gubernur dan wakil gubernur, dan pejabat lainnya adalah melaksanakan keputusan yang sudah disetujui anggota DPRD Kaltim.

Pembelian  mobil, kata dia, juga sudah sesuai dengan aturan yang ada. Yakni, Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 tentang Standardisasi Sarana dan Prasarana Pemerintah Daerah yang kemudian diubah menjadi Permendagri Nomor 11 Tahun 2008 juga tentang Standardisasi Sarana dan Prasarana Pemerintah Daerah. Dalam peraturan menteri itu dijelaskan, gubernur dan wagub  boleh memiliki dua mobdin. Rinciannya, satu jenis Sport Utility Vehicle (SUV) Toyota LC, dan yang satu lagi sedan, Toyota Camry. Dalam pengadaan mobdin untuk gubernur juga sudah diatur rinci. Baik harga dan spesifikasinya.

“Dewan yang sekarang jangan lagi-lah mempersoalkan keputusan yang sudah dibuat oleh anggata dewan sebelumnya. Pengadaan mobil itu kan sudah disetujui. Saya juga enggak mungkin kan sampai pakai empat mobil sekaligus. Kalau diberi Kijang juga tidak masalah,” katanya via telepon, Minggu pagi (7/2).

Sebelumnya anggota dewan menilai gubernur dan wagub belum layak mendapat mobdin yang baru. Muhammad Adam, anggota Komisi III DPRD Kaltim dengan tegas menyebut belum saatnya eksekutif membeli mobil baru, karena belum ada kemajuan yang ditunjukkan pasangan Awang Faroek-Farid. “Masalah pengadaaan mobil ini ternyata gubernur tidak sensitif. Belum layak dia dapat mobil baru,” kata politisi Partai Hanura itu, Jumat  (5/2) lalu.

Anggota dewan juga menilai, pengadaan mobil ini, menunjukkan ketidakadilan  pemprov.  Karena, ketika muncul wacana pengadaan mobil untuk 55 anggota dewan, gubernur dengan tegas menolak. Padahal bagi anggota DPRD, pengadaan mobil itu juga dianggap sangat penting, apalagi mobil yang di sekretariat DPRD saat ini banyak yang rusak dan sudah tua.

Menurut Faroek, jika anggota dewan ingin menanggapi sesuatu alangkah baiknya memahami duduk persoalannya. Jangan mengaitkan pengadaan mobil gubernur dengan keinginan wakil rakyat yang tak kesampaian mendapatkan fasilitas tersebut. Di lain hal, tambah Faroek, semua kepala daerah, baik wali kota dan bupati juga mendapat fasilitas yang sama. “Kalau harganya yang dinilai tinggi, silakan dicek. Itu sudah sesuai,” tuturnya. “Saran saya anggota dewan saat ini menghargai keputusan wakil rakyat sebelumnya,” lanjut dia.

Pada kesempatan itu, dia juga menyarankan, agar anggota dewan tidak terlalu mempersoalkan pengadaaan mobdin yang memang sudah sesuai aturan tersebut. Sebaiknya, terang dia,  wakil rakyat lebih fokus bersama-sama eksekutif menuntaskan permasalahan mendesak yang dialami warga. Seperti pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.

Seperti diketahui, tahun ini pemprov membeli mobdin sebanyak 54 unit dengan anggaran Rp 13,6 miliar. Mobil-mobil ini akan dipakai gubernur, wagub, hingga kepala badan, dan kepala biro. (far)
 
 
Komentar Anda mengenai berita "“Diberi Kijang Juga Tak Masalah”"
 
   
 
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
Catatan: Dahlan Iskan  SUDAH tiga kali saya Idulfitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. Dua hari berturut-turut saya ke Masjid Niu ...
Other
 
Kolom Zainal Muttaqin
Mantau Blue Sky
Oleh: Zainal Muttaqin   HARI-HARI ini jajaran manajemen dan karyawan Hotel Blue Sky Balikpapan melakukan serangkaian kegiatan sosial menyambut hari ulang tahunnya ya ...
Other
 
Kolom Redaksi
Eksodus ‘Kemiskinan’
MARHABAN ya Ramadan. Puji syukur kehadirat Allah SWT, kita umat muslim masih diberi kesempatan bertemu bulan yang penuh berkah. Bulan yang lebih mulia dari seribu bulan lai ...
Other
 
Kolom Pembaca
Perbatasan
Perbatasan tampaknya menjadi tema sentral belakangan ini. Dinamika dan kompleksnya permasalahan, membuat selalu dibicarakan, didiskusikan, diteorikan, diberitakan dan dijad ...
Other
 
Home Utama Balikpapan Samarinda Pro Kaltim Special Nasional Ekonomi Kaltim Rubrik Olahraga Hiburan
Our Network
JAWA - BALI - NUSATENGGARA: Jawa Pos - Rakyat Merdeka - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Lombok Post - Timor Ekspress - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten SUMATERA: Batam Pos - Sumatera Ekspres - Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Tuba - Radar Palembang - Rakyat Lampung - Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos - Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos KALIMANTAN: Pontianak Post - Equator - Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao SULAWESI: Fajar -Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Manado Post - Gorontalo Post - Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres MALUKU: Malut Post - Ambon Ekspres IRIAN: Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika MAJALAH:Tabloid Nurani - Oto Trend - Tabloid Nyata NEWS PORTAL: MyRMNews - Sumut Cyber - Riau Today - Batam Cyberzone KALTIMPOST GROUP: Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng RADIO PORTAL: KaPe FM - RT FM