JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010 kemungkinan besar menjadi satu-satunya sumber dana terakhir bagi pembangunan tiga proyek besar di Kaltim. Ini bisa terjadi karena pemerintah takkan lagi memberikan paket stimulus.
“Stimulus hanya diberikan tahun 2009 dengan tujuan untuk mengatasi imbas buruk krisis ekonomi global yang dimulai dari Amerika Serikat,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dipimpin Ketua Komite II (pemilihan Kaltim) Bambang Susilo, Senin (8/2).
Menteri PU menambahkan, sumber dana lain yang mungkin didapat bagi pembangunan infrastruktur adalah dengan menarik investor. Tapi hal ini tak mudah karena investor biasanya sangat selektif terhadap proyek yang ditawarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. "Memang banyak usulan. Tapi setelah dihitung, investor pada enggak tertarik. Karena sulit, akhirnya pakai APBN juga," ungkap Djoko.
Tiga proyek besar Kaltim yang terancam tak mendapat dana selama 2010 adalah Jembatan Mahkota II yang menghubungkan Palaran dan Sungai Kapih Samarinda, proyek Jembatan Pulau Balang menghubungkan Balikpapan-Penajam Paser Utara, dan proyek jalan bebas hambatan (freeway) Balikpapan-Samarinda. Ketiadaan dana muncul setelah pemerintah memotong anggaran infrastruktur Kaltim selama 2010 dari tadinya Rp 970 miliar di tahun 2009 menjadi Rp 857 miliar tahun ini.
Terkait proyek Jembatan Pulau Balang, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak secara terpisah mengatakan, proyek ini sudah masuk buku biru (blue print) pemerintah, satu paket dengan proyek transkalimantan. "Nilainya di atas satu triliun, kita masih upayakan agar dapat pinjaman luar negeri," jelas Dirjen Bina Marga ini, menjawab pertanyaan Bambang Susilo. Sementara untuk freeway, lanjut Hermanto, PU masih mengkaji apakah perlu dibantu pendanaannya. "Tahun 2010 ini pembangunan jalan lintas selatan yang sedang kita utamakan, sampai ke Simenggaris dan Nunukan," tambahnya lagi.
HARUS NGOTOT
Sikap pemerintah pusat yang cenderung tak mendukung pembangunan proyek yang diajukan Kaltim jangan diartikan semuanya berakhir. Menurut Bambang Susilo, masih ada celah di antaranya terus melobi pemerintah pusat, Komisi V DPR RI, Badan Anggaran, sampai Bank Dunia yang diharapkan bisa memberikan dana bantuan.
"Freeway memang perlu perjuangan dan koordinasi intensif dengan PU. Mahkota II nunggu penyelesaian pelabuhan. Nah, kalau Jembatan Pulau Balang secara teknis dan keuangan tak masalah, sebab satu paket dengan proyek transkalimantan," kata Bambang Susilo, selepas pertemuan.
Tak ada cara lain, lanjut Bambang, sebelum APBN-P diketok sekitar Maret ini, Kaltim dan wakilnya di pusat (DPR dan DPD RI) harus ngotot berjuang. Jangan pula hanya mengandalkan lobi yang terus dilakukan Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak. "Harus ada kesatuan yang kuat supaya ketiga proyek itu lolos," tegas Bambang.(pra)