Sabtu, 11 September 2010
 
  Hot Topics : Ekonomi - Utama
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD   
Mahkamah Agung (MA) langsung pasang badan terkait pemberian grasi kepada mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim Syaukani Hassan Rais yang menimbulkan sorotan beberapa kalangan
   
Selasa, 09 Februari 2010 , 06:03:00

JAKARTA  -   Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010 kemungkinan besar menjadi satu-satunya sumber dana terakhir bagi pembangunan tiga proyek besar di Kaltim. Ini bisa terjadi karena pemerintah takkan lagi memberikan paket stimulus.

“Stimulus hanya diberikan tahun 2009 dengan tujuan untuk mengatasi imbas buruk krisis ekonomi global yang dimulai dari Amerika Serikat,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dipimpin Ketua Komite II (pemilihan Kaltim) Bambang Susilo, Senin (8/2).

Menteri PU menambahkan, sumber dana lain yang mungkin didapat bagi pembangunan infrastruktur adalah dengan menarik investor. Tapi hal ini tak mudah karena investor biasanya sangat selektif terhadap proyek yang ditawarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. "Memang banyak usulan. Tapi setelah dihitung, investor pada enggak tertarik. Karena sulit, akhirnya pakai APBN juga," ungkap Djoko.

Tiga proyek besar Kaltim yang terancam tak mendapat dana selama 2010 adalah Jembatan Mahkota II yang menghubungkan Palaran dan Sungai Kapih Samarinda, proyek Jembatan Pulau Balang menghubungkan Balikpapan-Penajam Paser Utara, dan proyek jalan bebas hambatan (freeway) Balikpapan-Samarinda. Ketiadaan dana muncul setelah pemerintah memotong anggaran infrastruktur Kaltim selama 2010 dari tadinya Rp 970 miliar di tahun 2009 menjadi Rp 857 miliar tahun ini.

Terkait proyek Jembatan Pulau Balang, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak secara terpisah mengatakan, proyek ini sudah masuk buku biru (blue print) pemerintah, satu paket dengan proyek transkalimantan. "Nilainya di atas satu triliun, kita masih upayakan agar dapat pinjaman luar negeri," jelas Dirjen Bina Marga ini, menjawab pertanyaan Bambang Susilo. Sementara untuk freeway, lanjut Hermanto, PU masih mengkaji apakah perlu dibantu pendanaannya. "Tahun 2010 ini pembangunan jalan lintas selatan yang sedang kita utamakan, sampai ke Simenggaris dan Nunukan," tambahnya lagi.

HARUS NGOTOT

Sikap pemerintah pusat yang cenderung tak mendukung pembangunan proyek yang diajukan Kaltim jangan diartikan semuanya berakhir. Menurut Bambang Susilo, masih ada celah di antaranya terus melobi pemerintah pusat, Komisi V DPR RI, Badan Anggaran, sampai Bank Dunia yang diharapkan bisa memberikan dana bantuan.

"Freeway memang perlu perjuangan dan koordinasi intensif dengan PU. Mahkota II nunggu penyelesaian pelabuhan. Nah, kalau Jembatan Pulau Balang secara teknis dan keuangan tak masalah, sebab satu paket dengan proyek transkalimantan," kata Bambang Susilo, selepas pertemuan.

Tak ada cara lain, lanjut Bambang, sebelum APBN-P diketok sekitar Maret ini, Kaltim dan wakilnya di pusat (DPR dan DPD RI) harus ngotot berjuang. Jangan pula hanya mengandalkan lobi yang terus dilakukan Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak. "Harus ada kesatuan yang kuat supaya ketiga proyek itu lolos," tegas Bambang.(pra)
 
 
Komentar Anda mengenai berita "Jembatan Pulau Balang Aman"
 
   
 
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
Catatan: Dahlan Iskan  SUDAH tiga kali saya Idulfitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. Dua hari berturut-turut saya ke Masjid Niu ...
Other
 
Kolom Zainal Muttaqin
Mantau Blue Sky
Oleh: Zainal Muttaqin   HARI-HARI ini jajaran manajemen dan karyawan Hotel Blue Sky Balikpapan melakukan serangkaian kegiatan sosial menyambut hari ulang tahunnya ya ...
Other
 
Kolom Redaksi
Eksodus ‘Kemiskinan’
MARHABAN ya Ramadan. Puji syukur kehadirat Allah SWT, kita umat muslim masih diberi kesempatan bertemu bulan yang penuh berkah. Bulan yang lebih mulia dari seribu bulan lai ...
Other
 
Kolom Pembaca
Ganyang Malaysia
Akhir-akhir ini kalimat itu sering sekali diungkapkan. Tapi apakah kita mampu mengganyang Malaysia? Saya teringat apa yang dikatakan Jepang ketika mereka mendapat “ ...
Other
 
Home Utama Balikpapan Samarinda Pro Kaltim Special Nasional Ekonomi Kaltim Rubrik Olahraga Hiburan
Our Network
JAWA - BALI - NUSATENGGARA: Jawa Pos - Rakyat Merdeka - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Lombok Post - Timor Ekspress - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten SUMATERA: Batam Pos - Sumatera Ekspres - Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Tuba - Radar Palembang - Rakyat Lampung - Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos - Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos KALIMANTAN: Pontianak Post - Equator - Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao SULAWESI: Fajar -Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Manado Post - Gorontalo Post - Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres MALUKU: Malut Post - Ambon Ekspres IRIAN: Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika MAJALAH:Tabloid Nurani - Oto Trend - Tabloid Nyata NEWS PORTAL: MyRMNews - Sumut Cyber - Riau Today - Batam Cyberzone KALTIMPOST GROUP: Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng RADIO PORTAL: KaPe FM - RT FM