JAKARTA - Pasar smartphone di Indonesia semakin ramai dengan hadirnya Samsung Omnia II (model i8000) yang dilaunching Senin (8/2) kemarin di Jakarta. Omnia II berbasis Windows Mobile 6.5 Professional. Ponsel ini dihadirkan PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) dengan fitur layar sentuh 3,7 inch AMOLED dan resolusi WVGA (480 x 800) dengan tingkat kejernihan tinggi.
Managing Director PT SEIN Yoo-Young Kim mengatakan, produk baru itu diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen masa kini terhadap alat komunikasi yang dapat berperan layaknya PC (personal computer). ”Kami optimistis pasar akan merespons produk baru itu, karena berbagai kelebihan yang ditampilkan lebih baik," ucapnya saat peluncuran Omnia II, di Pacific Place, di Jakarta, kemarin.
Selain itu, lanjut dia, konsumen menginginkan sebuah alat komunikasi yang menjadikan mereka sebagai pribadi terdepan dalam menangkap informasi. ”Jadi, kehadiran Omnia II itu diharapkan dapat membantu konsumen dalam mewujudkan keinginan tersebut, ujarnya.
Samsung, menurut dia, saat ini telah menyediakan 300 unit untuk konsumen yang ingin memiliki smartphone tersebut. ”Kami menawarkan sedikit 300 unit produk baru tersebut untuk mengetahui reaksi pasar lebih lanjut," ucapnya.
Chief Creative Officier Samsung Yoris Sebastian menambahkan, pasar handphone di Indonesia masih besar, meski sejumlah vendor juga telah meluncurkan produk barunya. Konsumen dapat memilih produk mana yang disukainya yang memiliki kelebihan-kelebihan sesuai dengan keinginannya, katanya.
Kenapa menanamkan operating system Windows Mobile yang di pasar ponsel cerdas di Indonesia terbilang meredup ? Group Head Samsung Indonesia Hioe An Kim menjelaskan, sebelum merilis Omnia II, Samsung telah melakukan survei di Indonesia.
Hasilnya, konsumen Indonesia saat ini terbilang jenuh dengan sistem operasi yang ada sekarang, Windows Phone pun diharapkan masuk untuk memenuhi kebutuhan multimedia secara lengkap. "Kita juga akan memberikan edukasi kepada mitra dan konsumen mengenai Windows Mobile ini, khusus WinPhone 6.5 ini," tambahnya. (gen/kim/jpnn)