Selasa, 07 September 2010
 
  Hot Topics : Ekonomi - Utama
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD   
Mahkamah Agung (MA) langsung pasang badan terkait pemberian grasi kepada mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim Syaukani Hassan Rais yang menimbulkan sorotan beberapa kalangan
   
Selasa, 09 Februari 2010 , 08:07:00


Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 45 MW dibangun PT Cogindo Daya Bersama yang berada di bawah naungan anak perusahaan PLN yaitu PT Indonesia Power. Beban puncak yang dapat dihasilkan pembangkit ini 44,5 MW atau sekitar 20 persen beban puncak sistem Mahakam.  

Bahan bakar pembangkit ini yaitu marine fuel oil (MFO) atau minyak bakar. Untuk dua tahun pertama MFO dipakai, selanjutnya MFO akan diganti dengan gas. MFO yaitu bahan bakar bukan hasil destilasi, melainkan jenis residu yang berwana hitam. Minyak jenis ini memiliki tingkat kekentalan tinggi dibanding minyak diesel. Biasanya, bahan bakar ini digunakan industri besar karena lebih murah.

Menurut Direktur Cogindo Daya Bersama Septa Hamid, dengan menggunakan bahan bakar ini, Rp 100 miliar mampu dihemat tiap tahun. “Setelah dua tahun, bahan bakar bisa diganti dengan gas. Sedangkan mantan General Manager (GM) PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Ahmad Siang menjelaskan, salah satu fungsi pembangkit ini, sebagai penyeimbang di sistem Mahakam.

“Yang terjadi selama ini, jika jaringan di Bukit Soeharto (Kukar, Red.) putus, Balikpapan yang paling merasakan dampaknya. Ini karena sebagian besar pembangkit berada di Kukar,” ungkap Ahmad yang beberapa waktu silam serah terima jabatan dengan Dodi Budianto, GM PLN yang baru.

Selain itu, Siang mengatakan, ketika dia memimpin PLN Kaltim pada 4 Maret 2008, kondisi listrik di Kaltim sangat memprihatinkan. “Waktu itu, pemadaman bergilir masih ada. Tapi sekarang, sudah tidak ada lagi. Daya sudah cukup bahkan surplus 28 MW. Kalau ada pemadaman, itu karena kerusakan mesin,” kata dia.

DAFTAR TUNGGU TINGGI

Lantas, bagaimana dengan daftar tunggu (waiting list) di sistem Mahakam yang mencapai 96 ribu calon pelanggan? Bukankah perhitungan daya PLN tersebut tidak memasukkan waiting list? Menjawab itu, Ahmad Siang didampingi penggantinya Dodi Budiawan mengatakan, penyelesaian daftar tunggu bukan tergantung daya saja.

“Tapi juga persoalan jaringan. Misalkan ada daerah yang sama sekali belum tersentuh jaringan, maka perlu waktu lama menyediakan sambungan,” terang Siang. Ditambahkannya, daftar tunggu juga tidak lepas dari pertumbuhan wilayah. “Artinya juga, pertumbuhan di Kaltim baik, tinggal bagaimana kami berusaha mengimbanginya,” tambah dia.

Untuk diketahui, di sistem Mahakam, daftar tunggu pada 2009 lalu mencapai 96.876 calon pelanggan dengan kebutuhan daya 346 MW. Sementara saat ini, total daya mampu seluruh pembangkit di Kaltim mencapai 290,3 MW dengan beban puncak (pemakaian) 234 MW.

Sedang di luar sistem Mahakam yang terintegrasi tiga kota tadi, terdapat 11 sistem terisolasi dengan ratusan subsistem di kabupaten kota lainnya. Rencananya, pada 2013, sistem Mahakam akan diperluas jaringannya, mulai dari Paser hingga Sangatta.

Sementara, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyampaikan, beberapa pembangkit listrik saat ini sedang dibangun. Seperti pembangkit 2 x 100 MW di Kariangau, Balikpapan yang saat ini sudah tahap tender di pusat. Kemudian, rencana Bakrie Power (grup Bumi Resources, pemegang saham PT Kaltim Prima Coal) 2 x 100 MW di Sangatta, Kutai Timur.

“Selain itu, di Senipah 2 x 80 MW, milik CFK (Cahaya Fajar Kaltim, Red.) di Embalut yang menambah 2 x 50 MW, Tanjung Batu 56 MW, Sambera 2 x 20, dan Bontang, 2 x 27 MW,” terang Gubernur. (fel)
 
 
Komentar Anda mengenai berita "PLN Klaim Surplus 28 MW, tapi Daftar Tunggu 96 Ribu"
 
   
 
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
Catatan: Dahlan Iskan  SUDAH tiga kali saya Idulfitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. Dua hari berturut-turut saya ke Masjid Niu ...
Other
 
Kolom Zainal Muttaqin
Mantau Blue Sky
Oleh: Zainal Muttaqin   HARI-HARI ini jajaran manajemen dan karyawan Hotel Blue Sky Balikpapan melakukan serangkaian kegiatan sosial menyambut hari ulang tahunnya ya ...
Other
 
Kolom Redaksi
Eksodus ‘Kemiskinan’
MARHABAN ya Ramadan. Puji syukur kehadirat Allah SWT, kita umat muslim masih diberi kesempatan bertemu bulan yang penuh berkah. Bulan yang lebih mulia dari seribu bulan lai ...
Other
 
Kolom Pembaca
Perbatasan
Perbatasan tampaknya menjadi tema sentral belakangan ini. Dinamika dan kompleksnya permasalahan, membuat selalu dibicarakan, didiskusikan, diteorikan, diberitakan dan dijad ...
Other
 
Home Utama Balikpapan Samarinda Pro Kaltim Special Nasional Ekonomi Kaltim Rubrik Olahraga Hiburan
Our Network
JAWA - BALI - NUSATENGGARA: Jawa Pos - Rakyat Merdeka - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Lombok Post - Timor Ekspress - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten SUMATERA: Batam Pos - Sumatera Ekspres - Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Tuba - Radar Palembang - Rakyat Lampung - Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos - Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos KALIMANTAN: Pontianak Post - Equator - Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao SULAWESI: Fajar -Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Manado Post - Gorontalo Post - Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres MALUKU: Malut Post - Ambon Ekspres IRIAN: Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika MAJALAH:Tabloid Nurani - Oto Trend - Tabloid Nyata NEWS PORTAL: MyRMNews - Sumut Cyber - Riau Today - Batam Cyberzone KALTIMPOST GROUP: Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng RADIO PORTAL: KaPe FM - RT FM