|
Selasa, 09 Februari 2010 , 08:13:00
TENGGARONG – Warga Tenggarong Seberang tetap akan memblokir jalan Samarinda-Sebulu mulai Rabu (10/2) besok, sesuai hasil pertemuan dengan Dinas PU Kaltim, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Dinas PU Kukar, Dishub Kukar dan Polres Kukar, Senin (8/2) kemarin. Warga akan melakukan sweeping atas truk tambang berbobot di atas 8 ton, truk beroda 10, dan truk tangki bermuatan 20 ribu liter.
Dalam pertemuan di Tenggarong Seberang kemarin, belum ada solusi konkrit dari instansi pemerintah mengenai masalah penggunaan jalan oleh perusahaan tambang di ruas Samarinda-Sebulu. Akibatnya, warga memutuskan akan menutup jalan pada Rabu nanti.
“Perwakilan instansi yang hadir tak bisa memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan dan sanksi bagi perusahaan, karena itu, warga akan bertindak,” kata Rustam Effendi, koordinator warga, kemarin.
Dikatakan Rustam, malam hari adalah waktu yang paling rawan ketika pemblokiran jalan mulai kawasan L2 Tenggarong Seberang itu dilakukan. Pasalnya katanya, dikhawatirkan terjadi aksi sweeping dari warga yang bisa menimbulkan tindakan-tindakan yang tidak diinginkan.
“Aksi sweeping itu pasti dilakukan. Warga sudah bersiap-siap untuk berjaga pada malam hari. Kalau ada truk bermuatan lebih 8 ton, atau yang beroda 10, atau yang bermuatan 20 ribu liter, pasti akan di-sweeping,” katanya.
Rabu nanti, tak hanya penutupan dan aksi sweeping dilakukan. Sebagian warga juga akan melakukan aksi unjuk rasa di kawasan L4. Massa terdiri dari warga Muara Kaman, SP1, SP2, SP3, SP4, dan SP5 Tenggarong Seberang. Warga ini juga memiliki tuntutan yang sama, yakni perbaikan jalan dan pelarangan aktivitas tambang menggunakan jalan milik negara.
“Aksi ini bersamaan dengan aksi pemblokiran jalan di L2. Ini bukti masyarakat bersatu menuntut pemerintah yang tak jelas sikapnya untuk menyelesaikan persoalan jalan rusak,” katanya.
Dalam pertemuan kemarin, Dishub Kaltim diwakili M Nur dan Dinas PU diwakili Burhanuddin, menyebut akan melakukan pengawasan atas jalur itu. Sementara Kepala Desa Kertabuana Sukisno, yang dipercaya warga mengkoordinir sikap 10 desa lainnya menyebut, pemblokiran jalan ini dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Pemblokiran akan dihentikan, bila perusahaan tak lagi menggunakan truk berbobot di atas 8 ton dan truk tangki 20 ribu liter,” tegasnya.
Seperti diketahui, gelombang amarah warga desa di Tenggarong Seberang makin tinggi akibat belum ada ketegasan dari pemerintah mengenai tuntutan pelarangan aktivitas tambang menggunakan jalan poros Samarinda-Sebulu. Ada tiga desa yang belakangan ikut dalam aksi protes ini, yakni Desa Separi Kampung, Desa Embalut dan Desa Mulawarman Separi 4. Jumlah massa dari tiga desa ini diperkirakan 3 ribu.
Sebelumnya ada 20 ribu massa dari 6 desa yang lebih dulu protes yakni Desa Bukit Pariaman, Desa Suka Maju, Desa Kerta Buana, Desa Manunggal Jaya, Desa Bangunrejo, dan Desa Bhuana Jaya. Sehingga total ada 23 ribu massa yang siap turun ke jalan dan melakukan aksi penutupan jalan. Ini belum termasuk warga Muara Kaman, SP1, SP2, SP3, SP4, dan SP5 Tenggarong Seberang yang juga ikut protes dan akan aksi unjuk rasa Rabu nanti di L4.
Seperti diketahui, kepala Desa Bukit Pariaman, Desa Suka Maju, Desa Kerta Buana, Desa Manunggal Jaya, Desa Bangunrejo, dan Desa Bhuana Jaya telah membuat surat ke Gubernur Kaltim tertanggal 5 Oktober 2009 mengenai kerusakan jalan.
Pasalnya, jalan poros yang melewati desa itu, baru saja diperbaiki pada 2009, namun akibat aktivitas truk tambang bermuatan di atas 8 ton dan trailer solar 20 ribu liter, jalan kembali rusak. Bahkan di beberapa titik, aspal kelas III B yang awalnya mulus sudah berganti dengan tanah berbatu dan dipenuhi lubang. Namun hingga kemarin belum ada ketegasan dari pihak pemprov atas tuntutan ini.
Ketika media ini mengecek kerusakan jalan di 6 desa itu pada Sabtu (30/1), kondisi jalan memang banyak yang mengalami kerusakan. Jalan aspal mulus hanya sepanjang 5 kilometer awal usai persimpangan Lembuswana antara Tenggarong dan Tenggarong Seberang. Selebihnya hingga Separi 1, didominasi jalan yang mulai rusak. Di beberapa titik, contohnya sebelum Separi 1, aspal jalan malah rusak sama sekali. (che)
|