|
Selasa, 09 Februari 2010 , 08:17:00
SAMARINDA – Dalam waktu empat hari, kebakaran terjadi di dua lokasi yang berdekatan di Jl Cendana Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Jumat (5/2) lalu, kebakaran terjadi di Jl Cendana Gang 15, RT 34 dan 35, Kelurahan Teluk Lerong Ulu. Senin (8/2) kemarin, kebakaran kembali terjadi di Jl Cendana Gang 6 dan 7 RT 08 Kelurahan Karang Anyar.
Kebakaran di Kelurahan Karang Anyar terjadi pukul 13.05 Wita dan menghanguskan 25 rumah yang ditinggali 30 Kepala Keluarga (KK). Dibandingkan lainnya, kebakaran kemarin membuat warga sangat panik karena hanya berjarak 100 meter dari Depo Pertamina Unit IV Samarinda. Warga waswas api akan menjalar ke penampungan bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina. Bila sampai terjadi, bisa berakibat fatal.
Agar kobaran api tak cepat melebar, warga dengan peralatan seadanya berusaha menahan api. Sebagian lagi berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang bisa dibawa. Beberapa menit kemudian, armada petugas pemadam kebakaran datang mengatasi amukan si jago merah. Banyaknya warga yang menonton kebakaran, sempat menyulitkan mobil pemadam kebakaran memasuki lokasi.
Marsilan alias Dewo (35), warga yang menjadi saksi mengatakan, kebakaran diduga berawal dari salah satu rumah warga bernama Fadli. Dia tidak tahu persis api bersumber dari kompor atau korsleting listrik. “Api cepat besar. Kemungkinan dari ruangan tengah rumah Fadli,” ungkapnya di depan polisi. Cuaca yang terik dan banyaknya rumah kayu serta jarak yang berdekatan membuat kobaran api cepat membesar.
Ia mengatakan, rumah Fadli ditinggali keluarganya yang baru datang dari Makasar. “Fadli tidak di rumah. Dia sedang berlayar. Sedangkan istrinya ke Jakarta,” tambahnya. Saat kebakaran katanya, banyak warga yang beraktivitas di luar rumah, sehingga hanya sedikit harta yang sempat diselamatkan.
Arpus HR, ketua RT 08, juga menyatakan hal yang sama. “Api terlihat membakar rumah bagian atas rumah dan menyambar tenda di rumah Fadli. Itu yang membuat api cepat besar,” ujar Arpus yang rumahnya tepat di depan lokasi kebakaran.
Sementara itu, tiga warga menjadi korban kebakaran ini. Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Poltabes Samarinda Aiptu Misseri yang ditemui di lokasi kebakaran mengaku masih melakukan penyelidikan atas penyebab kebakaran. “Masih dalam penyelidikan, sementara diperkirakan korsleting listrik,” ungkapnya.
Ia membenarkan, ada 3 warga mengalami luka-luka akibat musibah ini, dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Dirgahayu. Ketiganya adalah Supriyanto (30), Sumirah (56) dan Martini. Mereka mengalami luka bakar dan luka gores akibat terkena atap rumah,” ungkap Misseri.
SULIT MENDATA
Pihak Kecamatan Sungai kunjang belum mengetahui secara pasti estimasi kerugian yang diderita akibat kebakaran di Karang Anyar, kemarin. Camat Sungai Kunjang Nurhamani pada Kaltim Post kemarin mengungkapkan, kerugian diperkirakan di atas Rp 1 miliar. “Sangat sulit mengetahui kerugian secara pasti. Setelah kebakaran, saya menginstruksikan ketua RT dan lurah setempat untuk mendata tiap-tiap korban.
Saat ini, kata dia, yang terpenting adalah memberikan penanganan awal untuk korban dan memenuhi kebutuhan dasar korban. Selanjutnya mendata kartu keluarga (KK) yang terbakar sesuai dengan data kelurahan. “Kami perlu mendata ulang. Kami harap bisa selesai dengan cepat, agar asuransi kebakaran bisa segera diproses,” katanya. Sedangkan tentang surat-surat berharga yang lain, dia mengatakan akan segera diurus jika penanganan dasar sudah dijalankan.
“Yang penting, langkah pendataan sebagai langkah awal sudah kami lakukan. Sedangkan pengurusan surat berharga seperti surat tanah dan surat berharga lain, kami atur kemudian hari. Ada prosedur dan tahapan-tahapan yang harus dipenuhi,” pungkas camat wanita satu-satunya di Samarinda ini.
Sementara untuk kebakaran di Jl Slamet Riyadi Gang 15, RT 34 dan 35, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, yang terjadi Jumat (5/2) lalu sekitar pukul 09.30 Wita menyebabkan 33 rumah dan dua sekolah yaitu SDN 007 dan SMPN 40, hangus terbakar. Sebanyak 64 KK kehilangan tempat tinggal, sementara kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.
Sebelumnya si jago merah juga beraksi di Gang 9 Jalan Jelawat RT 6A Samarinda, Rabu (3/2) sekitar pukul 23.00 Wita. Musibah kebakaran ini menyebabkan 6 rumah hangus dan seorang warga mengalami luka-luka. Dengan kebakaran kemarin, di Kota Tepian sudah terjadi 10 kali kebakaran di tahun ini. (*/nan)
|