Selasa, 07 September 2010
 
  Hot Topics : Ekonomi - Utama
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD   
Mahkamah Agung (MA) langsung pasang badan terkait pemberian grasi kepada mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kaltim Syaukani Hassan Rais yang menimbulkan sorotan beberapa kalangan
   
Selasa, 09 Februari 2010 , 08:31:00


BONTANG- Maraknya kasus  kriminal dengan korban perempuan dan anak, baik itu korban kekerasan dalam rumah  tangga, penelantaran anak maupun pencabulan anak dibawah umur, membuat Ketua DPRD Bontang Hj Neni Moerniaeni prihatin.

Keprihatinan tersebut dilontarkan Neni Moerniaeni, saat  mengetahui adanya kasus pencabulan anak di bawah umur dan penemuan bayi di Bontang beberapa waktu lalu.

“Ini permasalahan sosial yang harus menjadi perhatian kita semua untuk mengantisipasinya. Maraknya permasalahan sosial seperti pencabulan anak di bawah umur,  aborsi maupun penelantaran keluarga, tidak terlepas dari faktor  kemiskinan dan kebodohan yang masih ada di sebagian masyarakat kita,” tutur Neni Moerniaeni.

Menurut Neni, kemiskinan dan kebodohan, membuat seseorang mudah gelap mata dan menjadi kufur.

“Memang tidak semua orang miskin bisa berlaku kufur. Tapi dari data yang ada, mayoritas pelaku pencabulan anak, terlebih yang mengarah pada incest atau hubungan sedarah, biasanya dilakukan oleh orang-orang yang tergolong keluarga prasejahtera. Ini fakta yang tidak bisa kita pungkiri. Dan ini, bukan hanya di Bontang, tapi di seluruh Indonesia,” jelas Neni Moerniaeni.

Agar permasalahan tersebut  bisa diminimalisir, maka peran ulama, rohaniawan dan pekerja sosial, perlu ditingkatkan.

“Moral itu sangat penting dalam kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat. Kalau moralnya baik, maka tentu mereka tidak akan melakukan hal yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama. Di sini lah pentingnya peran ulama, rohaniwan dan pekerja sosial (peksos, Red.) memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Khususnya mereka yang masuk dalam golongan pra sejahtera,” ujar Neni.

Selain gencar melakukan penyuluhan, ia menilai Bontang perlu segera menyiapkan panti rehabilitasi untuk korban kriminal, khususnya kaum perempuan dan anak.

“Kalau ada panti rehabilitasi, maka tentu korban lebih mudah pemulihannya. Korban juga bisa didampingi oleh peksos yang berpengalaman dalam menangani permasalahan sosial. Saya sudah sampaikan ke Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB untuk menyiapkan Panti Rehabilitasi Sosial. Mudah-mudahan, tahun depan sudah bisa direalisasikan,” lanjut Neni, seraya meminta agar semua pihak bisa berpartisipasi aktif dalam penanganan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

“Yang utama itu adalah melakukan upaya pencegahan. Kalau pun sudah ada panti rehabilitasi, tidak berarti kita berharap panti itu nantinya banyak penghuninya. Panti rehabilitasi itu semata-mata untuk memudahkan proses  pendampingan dan pemulihan korban. Makanya, perlu kerja sama semua pihak, yang dimulai  dari lingkungan terkecil, yakni RT,” pungkas Neni Moerniaeni. (er/dprd)
 
 
Komentar Anda mengenai berita "Bontang Perlu Panti Rehabilitasi"
 
   
 
 
Kolom Dahlan Iskan
Tarawih di Beijing dengan Mazhab Hambali
Catatan: Dahlan Iskan  SUDAH tiga kali saya Idulfitri di Tiongkok, tapi baru sekali ini merasakan salat Tarawih di sana. Dua hari berturut-turut saya ke Masjid Niu ...
Other
 
Kolom Zainal Muttaqin
Mantau Blue Sky
Oleh: Zainal Muttaqin   HARI-HARI ini jajaran manajemen dan karyawan Hotel Blue Sky Balikpapan melakukan serangkaian kegiatan sosial menyambut hari ulang tahunnya ya ...
Other
 
Kolom Redaksi
Eksodus ‘Kemiskinan’
MARHABAN ya Ramadan. Puji syukur kehadirat Allah SWT, kita umat muslim masih diberi kesempatan bertemu bulan yang penuh berkah. Bulan yang lebih mulia dari seribu bulan lai ...
Other
 
Kolom Pembaca
Perbatasan
Perbatasan tampaknya menjadi tema sentral belakangan ini. Dinamika dan kompleksnya permasalahan, membuat selalu dibicarakan, didiskusikan, diteorikan, diberitakan dan dijad ...
Other
 
Home Utama Balikpapan Samarinda Pro Kaltim Special Nasional Ekonomi Kaltim Rubrik Olahraga Hiburan
Our Network
JAWA - BALI - NUSATENGGARA: Jawa Pos - Rakyat Merdeka - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Lombok Post - Timor Ekspress - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten SUMATERA: Batam Pos - Sumatera Ekspres - Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Tuba - Radar Palembang - Rakyat Lampung - Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos - Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos KALIMANTAN: Pontianak Post - Equator - Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao SULAWESI: Fajar -Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Manado Post - Gorontalo Post - Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres MALUKU: Malut Post - Ambon Ekspres IRIAN: Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika MAJALAH:Tabloid Nurani - Oto Trend - Tabloid Nyata NEWS PORTAL: MyRMNews - Sumut Cyber - Riau Today - Batam Cyberzone KALTIMPOST GROUP: Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng RADIO PORTAL: KaPe FM - RT FM