|
Selasa, 09 Februari 2010 , 08:32:00
SAMARINDA - Keluhan warga di Perumahan Temindung Indah tentang distribusi air yang tidak lancar dibenarkan PDAM Samarinda. Meski demikian, PDAM menuding penyebabnya karena pemadaman listrik yang sering terjadi, sehingga distribusi juga tidak lancar.
Humas PDAM Samarinda Syarif Rahman mengatakan, distribusi air di perumahan yang dikelola PT Artas Nusantara terpaksa dilakukan bergiliran dengan wilayah Sempaja. Penjadwalan ini karena kondisi air yang memang tidak mencukupi dan posisi perumahan yang berada di perbukitan. “Kami sedang memasang pipa untuk melengkapi distribusi air ke perumahan di Temindung Permai. Setelah selesai, suplai air pasti lancar,” kata Syarif Rahman kepada Kaltim Post, kemarin.
Selain posisinya di perbukitan dan pasokan air yang belum mencukupi, PDAM juga mengakui sedang melakukan pembenahan, sehingga wajar jika terjadi distribusi air tidak lancar. Pemasangan pipa baru ini, lanjut Syarif ditarget selesai 2010 ini. “Kami meminta warga bersabar hingga pemasangan rampung,” sambungnya.
Untuk itulah, Syarif mengarahkan masyarakat untuk sementara membeli air PDAM dari tangki. Namun, PDAM juga memiliki keterbatasan armada untuk distribusi, sehingga diimbau untuk berkoordinasi agar suplai air bisa mencukupi. “Setidaknya untuk kebutuhan pokok. Masyarakat juga bisa membeli air di luar PDAM,” bebernya.
Lebih lanjut, Syarif menyebutkan, harga per tangki dari PDAM Rp 50 ribu. Patokan harga ini rendah agar tidak membebani masyarakat. Tak hanya itu, PDAM juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secukupnya. “Kami akan berusaha memenuhi segala kebutuhan warga, namun ada keterbatasan. Pelan-pelan kami benahi hingga masyarakat mendapatkan suplai air yang memadai,” imbuhnya. (art)
|