SENDAWAR - Penanggulangan penyakit Chikungunya dan demam berdarah dengue (DBD) di Kutai Barat (Kubar) ke depan akan dilakukan berbeda. Jika selama ini ada kasus dilakukan intervensi dan kuratif konvensional tapi hasilnya hanya menghentikan sesaat, tidak sepenuhnya tuntas. Ke depan akan lebih memfokuskan pada penyuluhan di samping intervensi juga berjalan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kubar Zulkarnain, Senin (8/2) kemarin. Tujuan penyuluhan itu, kata dia, agar masyarakat betul-betul memahami dan mengerti faktor penyebab terjadinya kasus tersebut akibat faktor lingkungan yang tidak bersih.
Adapun pola baru itu antara lain, diharapkan masyarakat berperan aktif untuk memberantas DBD dan Chikungunya yang mewabah saat ini. Selain itu Diskes dalam waktu dekat akan mendatangi kecamatan terdekat dengan mengajak camat dan petinggi untuk menggalakkan kebersihan lingkungan, khususnya pada 3M (menguras, menutup, mengubur) dan pemantauan jentik nyamuk di setiap rumah tangga.
Dalam upaya memberantas habis penyakit DBD dan Chikungunya, kata dia, Diskes akan melakukan lomba bersih lingkungan di tingkat kecamatan khususnya, pada bidang kesehatan. Tujuannya, untuk menekan kasus DBD dan Chikungunya yang marak terjadi saat ini. Pemenang lomba akan diumumkan pada momen peringatan HUT RI.
“Bagi kecamatan dan kampung yang menang nantinya akan diberikan hadiah sebagai motivasi untuk terus menjaga kebersihan lingkungan,” terangnya. Diharapkannya pula, bersih lingkungan dilakukan tidak hanya sampai pada saat penilaian tetapi seterusnya sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat itu sendiri, serta program tersebut juga diharapkan bisa didukung instansi pemerintah dan perusahaan.
Untuk mengubah pola kehidupan masyarakat, menurut dia, sangatlah penting. Karena semua penyakit yang ada seperti malaria, DBD, Chikungunya, dan tifus bersumber dari lingkungan yang tidak bersih. Ia menjelaskan, kejadiaan yang terjadi di masyarakat juga tidak menggambarkan kondisi sesungguhnya, karena yang terdata hanya masyarakat yang datang ke puskesmas atau yang diketahui petugas kesehatan. Sehingga katanya, apabila ada gejala sakit, warga diharapkan segera berobat dan memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. “Paling tidak dengan segera berobat kita bisa menjaga kondisi jangan sampai memburuk,” katanya.
Zulkarnain juga mengutip ungkapan Bupati yang menyebut wajah kampong maupun kecamatan mencerminkan wajah pemimpinnya di daerah tersebut. Dengan demikian diharapkan camat dan kepala kampung bisa mendukung program Diskes membersihkan lingkungan untuk menekan kasus DBD dan Chikungunya sedang marak di sejumlah kecamatan. (hms10)