|
Selasa, 09 Februari 2010 , 08:36:00
SAMARINDA – Setelah kebakaran di RT 34 dan 45 Jl Cendana Kelurahan Teluk Lerong Ulu kecamatan Sungai Kunjang, Jumat (5/2) yang juga menghanguskan beberapa ruang belajar di SDN 007 dan SMPN 40, Senin (8/2) kemarin Wali Kota Achmad Amins meninjau lokasi itu dan memastikan jam belajar bagi siswa kedua sekolah itu.
Selain memperhatikan jam belajar, wali kota yang didampingi Asisten III Sekkot Drs H Diwansyah MSi, Kepala Dinas Tata Kota dan Cipta Karya Yosef Barus, Kepala Dinas Pendidikan Harimurti dan Kabag Humas dan Protokol HM Faisal, juga memastikan nasib bangunan sekolah yang terbakar itu.
“Kayak apa anak-anak belajarnya,” tanya wali kota. “Jangan sampai ada yang terbengkalai. Tolong diatasi dulu masalah jam belajar ini,” perintah Amins, yang saat meninjau lokasi pertama langsung menuju ruang perpustakaan yang juga terbakar.
Mendengar ini, Kadisdik menjelaskan untuk jam belajar sudah tidak ada masalah, karena sudah dibagi beberapa shift, mulai dari pagi sampai sore.
Begitu pula ketika wali kota menanyakan masalah nasib bangunan yang terbakar, Kadisdik menegaskan anggaran sudah siap untuk melakukan rehab.
Namun, wali kota mengusulkan supaya tidak direhab saja. “Tanggung kalau direhab. Kalau bisa sekalian ditingkat dua aja. Untuk anggarannya, nanti koordinasi dengan Kimbangkot (Dinas Tata Kota dan Cipta Karya,” pinta Amins.
Tak hanya mengunjungi ruang perpustakaan dan siswa yang sedang belajar, Amins juga melangkahkan kakinya ke beberapa tempat penampungan korban kebakaran untuk memberikan motivasi bagi warga.
Usai berbicara dengan warga, tiba-tiba Amins merogoh koceknya dan memberikan uang ke salah satu korban kebakaran.
Dari sini, kemudian dilanjutkan acara penyerahan uang santunan Asuransi Santunan Kebakaran yang dikerjasamakan dengan PT Asurasni Umum Bosowa Periskop.
Dalam arahannya, wali kota tak bosan-bosannya mengingatkan warga agar selalu waspada bahaya kebakaran, terutama yang disebabkan korsleting listrik.
“Kalau kabel-kabel tua, segera diganti, atau jangan sambung sana sambung sini. Kalau perlu buatkan stop kontak masing-masing. Ini sudah kulkas, ditambahi TV lagi dan setrika dicolok dalam satu stop kontak. Ini yang bisa membuat kabel cepat panas, belum lagi yang di rumah tingkat dua,” kata Amins.
Ia meminta lurah hingga RT untukk mensosialisasikan agar selalu waspada bahaya kebakaran. (hms2)
|