LONDON – Nasib Arsenal dalam perburuan titel Premier League musim ini berada di ujung tanduk. The Gunners —sebutan Arsenal— sekali lagi kehilangan tiga poin setelah dikalahkan Chelsea 0-2 di Stamford Bridge dinihari kemarin.
Kekalahan itu membuat Cesc Fabregas dkk ketinggalan kereta. Mereka tercecer sembilan poin dari Chelsea, yang kembali memuncaki klasemen (58-49). Hal ini mau tidak mau membuat pelatih The Gunners Arsene Wenger mengaku bahwa peluang mereka merebut gelar musim ini semakin menipis. Meski, dia mengaku belum menyerah.
”Saya merasa posisi kami saat ini tidak bagus. Tapi kami tidak menyerah,” tegas Wenger, seperti dikutip Associated Press. ”Kami sedikit tidak beruntung, seperti halnya saat melawan Manchester United (kalah 1-3, Red). Kalau sebuah tim mengalami satu kekalahan, secara psikologis akan sangat berpengaruh ke game berikutnya. Itulah ketidakberuntungan kami,” lanjut pria berjuluk The Professor itu.
Arsenal sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Di babak pertama, mereka menciptakan beberapa peluang lewat Andrei Arshavin, Samir Nasri, dan Theo Walcott. Namun, pertahanan tangguh The Blues—sebutan Chelsea—membuat serangan anak-anak Arsenal selalu kandas.
Sebaliknya, Chelsea sukses mencuri dua gol lewat serangan balik yang cepat. Yang pertama melalui tendangan jarak dekat Didier Drogba pada menit ke delapan. Dia memanfaatkan heading John Terry yang tepat mengarah ke gawang Manuel Almunia.
Nah, 15 menit kemudian, counter attack yang sama kembali berbuah gol buat tuan rumah. Diawali dengan drible panjang Frank Lampard dari tengah lapangan, dia meneruskan bola ke Drogba. Dengan melewati dua defender Arsenal, penyerang asal Pantai Gading itu melepaskan tembakan keras ke sisi kiri atas gawang Almunia. Keunggulan 2-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Buat kedua kubu, hasil ini seperti deja vu, alias ulangan dari pertemuan paro musim pertama lalu. Saat itu, di Emirates, Chelsea mempermalukan Arsenal dengan skor 3-1. Dua gol The Blues merupakan kreasi Drogba.
Wenger punya banyak alasan atas kekalahan timnya kali ini. Dia menuduh Chelsea memainkan sepak bola negatif. Terbukti, pasukan Carlo Ancelotti itu jarang mengambil inisiatif menyerang. Wenger juga menyebut para defender Chelsea rela main kasar untuk menghentikan serangan Arsenal.
”Orang boleh saja memberi selamat Chelsea atas kekalahan ini. Tapi mereka tidak memperlihatkan sepak bola yang bagus,” cibir Wenger, seperti dilansir Independent. ”Mereka hanya main efisien. Kami menguasai bola sepanjang pertandingan, sekitar 70 persen. Kami tidak pernah dalam posisi didominasi, kamilah yang selalu menekan pertahanan mereka,” paparnya.
”Mereka sangat berpengalaman dalam bertahan. Mereka berani melakukan pelanggaran di saat yang tepat, yakni saat kami berusaha membangun serangan,” tuding Wenger. ”Tapi mereka melakukannya dengan halus sekali, sehingga terhindar dari kartu kuning. Pemain berpengalaman memang sangat pintar bikin trik-trik curang,” lanjutnya. Tentunya, Ancelotti tidak terima mendengar tuduhan tersebut. Dia mengaku, Chelsea unggul berkat pertahanan yang prima. Namun, itu karena semua pemain termotivasi oleh keberadaan John Terry, sang kapten yang tampil bagus. Defender 29 tahun itu seolah ingin membuktikan bahwa kasus di timnas Inggris tidak memengaruhi dedikasinya untuk The Blues.
”Kami punya motivasi tinggi karena ingin merebut mahkota Premier League dan trofi lainnya. Itulah satu-satunya kunci kemenangan kami, bukan yang lain,” kata Ancelotti kepad AFP. ”Defense kami memang sangat fantastis. Kami mencoba mencetak lebih banyak skor, tapi kadang pertahanan memang lebih penting,” lanjutnya.
”John (Terry) tampil bagus sekali. Dia menunjukkan attitude positif yang sangat membantu saat kami harus menghadapi serangan Arsenal yang berbahaya. Itu sangat menyulitkan kami,” terang eks pelatih Milan itu. ”Tapi sepak bola bukan hanya menyerang. Sepak bola itu gabungan dari serangan, defense, dan hasil akhir. Dilihat dari ketiga sektor itu, kami memang pantas menang,” tegasnya. (na/jpnn)