|
Selasa, 16 Februari 2010 , 12:19:00
SANGATTA- Guna menunjang pembangunan infrastruktur di Kutim, investor asal Jakarta menggandeng perusahaan daerah (Perusda) Kutim untuk membangun jalan yang akan mengangkut batu bara dan hasil bumi lainnya dari Muara Wahau sampai ke Bengalon. Dana yang diperlukan untuk merealisasikan rencana ini sekitar 60 juta dolar.
Sehubungan rencana tersebut, PT Bakti Energy Persada (BEP) menggandeng PT Kutai Timur Investama (KTI). Selanjutnya kedua perusahaan itu bakal membentuk sebuah perusahaan joint venture yang diberi nama PT Bhakti Kutai Transportindo (BKT). Saat ini tahapan perencanaan sudah dimulai, yakni melakukan survei dan pengumpulan data.
“Jalan yang akan dibangun tersebut sepanjang 130 kilometer. Untuk pembangunan tahap pertama dana yang kita investasikan sebesar 60 juta dollar,” kata Direktur KTI Anung Nugroho usai penandatanganan kerja sama antara BEP dengan KTI, Senin (15/2) kemarin.
Lebih lanjut Anung menyebutkan, kerja sama dimaksud sudah lama direncanakan namun baru terealisasi sekarang. Pihaknya merasa bangga karena mendapat kepercayaan dari PT BEP untuk menjadi mitra dalam pembangunan jalan Muara Wahau-Bengalon ini.
“Ini merupakan kesempatan bagi Perusda KTI untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan Kutim secara langsung, seperti membangun jalan Muara Wahau-Bengalon ini. Jika jalan tersebut sudah selesai, bukan hanya PT BEP grup saja yang bisa memanfaatkan, namun perusahaan lain seperti perkebunan maupun batu bara juga bisa menggunakan,
ujarnya. Diperkirakan, pembangunan jalan ini akan rampung awal 2012 mendatang. Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas jalan itu untuk pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan lainnya, selain batubara tersebut. Sedangkan Direktur BEP Jefri Mulyono mengatakan, pembangunan jalan Muara Wahau-Pantai Timur (Bengalon) ini untuk membuka kecamatan Muara Wahau dengan daerah lainnya.
Sebab, di Muara Wahau memiliki potensi sumber daya alam yang besar seperti batu bara walaupun kalorinya rendah. Namun batubara dengan kalori rendah itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti listrik, gas dan sebagainya
. “Minggu lalu kami sudah melakukan pengumpulan data untuk menyusun feasibility study dan 16 minggu ke depan kita harapkan sudah berjalan sesuai rencana,” kata Jefri. Pihaknya berharap, pembangunan jalan ini merupakan hal yang terbaik bagi Kutim ke depan, karena bukan saja perusahaan yang bakal menikmati investasi ini namun juga masyarakat dan berbagai elemen masyarakat. Sehingga nantinya akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. (kmf1)
|